Zulfah Wahyuni Inovasikan Batu Akrilik Menjadi Aneka Bros Jilbab
Diposkan: 05 Sep 2019 Dibaca: 1132 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Kreasi dan inovasi tidak berhenti dilakukan perempuan warga Binjai yang satu ini. Mulai usaha aneka keripik hingga jamu kunyit, kini wanita berusia 41 tahun ini 'menyulap' batu akrilik menjadi aneka bros jilbab yang cantik.
Zulfah Wahyuni Siregar namanya. Dia mengatakan usaha yang dirintisnya dengan brand Yuni dan Jasmin Shop ini sudah berjalan sejak 6 tahun lalu, sedangkan untuk usaha bros baru didirikanya sejak 3 tahun lalu.
Usaha bros ini didirikannya berawal saat ia mengikuti pelatihan membuat bros secara gratis di sebuah lembaga pelatihan di Binjai.
"Lembaga pelatihan yang saya ikuti itu namanya LKP Rizki, di situ kita belajar gratis selama 3 bulan. Alhamdulillah bisa lulus uji kompetensi dengan dua level langsung ke level satu dan dua," katanya.
Dikatakannya, bros yang ia produksi secara handmade ini menggunakan bahan akrilik, mutiara dan setalah ia mahir iapun berinovasi juga mendaur ulang kalung-kalung wanita yang sudah lama.
"Bisa berbahan batuan juga bisa dari mutiara dan yang paling menarik saya juga mendaur ulang kalung lama kita para wanita bisa di fungsi daur ulang jadi Bros cantik," katanya lagi.
Saat ini bros ini dipasarkan baik online maupun offline. Dalam perhari ia bisa memproduksi 30-50 bros. Untuk harga mulai Rp20 ribu sampai Rp150 ribu. Harga ditentukan bahan dan tingkat kerumitannya.
"Kalau untuk yang biasa tidak rumit hanya 20 menit bisa menghasilkan 3 bros," ujarnya.
Ia sangat bersyukur karena dengan bisnis Bros ini, setiap bulan ia berhasil meraih omset hingga Rp 2 juta, padahal modal untuk memulai usaha ini hanya Rp 300 ribu saja.
Untuk menentukan model, ia berkreasi dan menemukan ide dari media sosial seperti Instagram. Model bros yang sedang best seller saat ini yakni bros juntai, bros juntai mutiara, bros juntai batu atau bros juntai gold atau silver dan ada juga bros dagu juntai.
"Harapan dan impian saya agar ibu-ibu dan wanita lainnya bisa berdikari membantu suami, anak dan suami bisa terkendali karena pemasaran sekarang bisa online tanpa wanita harus kerja di luar rumah," katanya. (UKM06)