Yuswaniati, Dari Karyawan Perusahaan Swasta Banting Setir Rintis Diva Kitchen
Diposkan: 02 Feb 2019 Dibaca: 1190 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Diva kitchen adalah brand usaha kuliner milik seorang perempuan muda yang gigih dan memiliki prinsip yang kuat.
Bisnis yang dirintis sejak tahun 2016 ini kini sukses dengan lahirkan berbagai produk makanan enak dan berkualitas.
Yuswaniati Ramadhani (31) warga Perumahan Grand Asri Hidayatullah Blok C 21 Desa Payageli Sei Mencirim Deliserdang pemiliknya. Diceritakannya, menjadi pengusaha bukanlah cita-citanya, karena basik pendidikan dan pekerjaan sebelumnya cukup jauh berbeda. Ia merupakan lulusan sarjana sosiologi dan sebelumnya juga bekerja di perusahaan swasta bidang keuangan.
Motivasinya membuka usaha saat anak keduanya lahir. Kesulitan membagi waktu antara pekerjaannya sebagai karyawan swasta dengan memberikan perhatian besar terhadap anak-anaknya terkhusus anak keduanya. Resign adalah pilihanya.
Perempuan yang terbiasa bergelut dengan dunia kerja ternyata tidak bisa berdiam diri. Akhirnya ia berpikir, dan melihat-lihat sejumlah Chanel YouTube dan juga kerap sharing dengan teman dekatnya, akhirnya menemukan ide untuk membuka usaha kuliner.
"Sebelumnya saya pekerja di perusahaan swasta, namun saya kewalahan membagi waktu dengan anak saya, akhirnya saya memutuskan untuk resign," jelas Yuswaniati Ramadhani, Jumat (1/2/2019).
Yuswaniati Ramadhani akrab disapa Nia ini mengakui produk pertamanya adalah Pancake Durian kemudian disusul hadirnya produk kebab, dinsum, dan snack box. Untuk produk Andalannya sampai saat ini pancake dan kebab karena kedua produk ini banyak yang suka. Kendati demikian kini ada lagi produk andalannya dan juga sedang hits di dunia perkulineran yakni brownies pokat (browkat ) dan brownies durian (brodur).
Menjadi pengusaha kuliner Ia mengaku tidak belajar khusus, apalagi ia tamatan pendidikan sosiologi jadi tidak ada basic belajar khusus di bidang tata boga. Untuk produk kue-kue tradisional ia hanya belajar dari ibunya sedangkan produk-produk kekinian ia belajar dari resep-resep yang ada di channel YouTube.
Untuk bertahan ditengah persaingan usaha kuliner saat ini, ia hanya memiliki prinsip bahwa resep memang semua sama tetapi, resep yang diolah dari tangan yang berbeda pasti hasilnya juga berbeda. Dan keyakinannya terhadap rezeki sudah ada yang mengatur membuatnya bertahan meski juga tetap fokus memberikan perhatian terhadap kedua buah hatinya.
"Saya percaya rezeki sudah ada yang mengatur sehingga saya bertahan menjalankan usaha saya ini, dan saya juga jika sudah punya satu pelanggan saya pastikan ia tidak kecewa sehingga pelanggan saya itu rekomendasi ke teman-temanya, dan terpenting juga saya suka memberikan servis kepada pelanggan dengan memberikan bonus bonus," papar Nia lagi.
"Kitakan sebagai pelaku usaha, jadi tidak ada masalah memberikan bonus, berbeda jika kita reseller kita akan ada hitung hitungannya. Tapi karena kita pelaku tidak masalah, ini juga menurut saya trik untuk menarik pembeli selain mengutamakan rasa, kualitas dan juga service," tegasnya.
Selain itu, untuk terus eksis, Nia juga harus mengikuti perkembangan zaman seperti saat ini musim browkat dan browdur. Kuncinya ia harus terus belajar resep resep yang lagi trend. Sehingga ia ketinggalan.
Untuk pemasaran ia mengawali promosi di media sosial atau medsos kemudian mengikuti sejumlah bazar. Dan kini ia juga mulai memasarkan produknya ke instansi-instansi. Dan ia merencanakan tahun ini usahanya dapat bekerja sama dengan wedding organizer (wo).
Agar produk miliknya bisa masuk menjadi salah satu menu di acara pernikahan. Ia juga menargetkan nantinya memiliki gerai sendiri sehingga memudahkannya untuk memasarkan produk-produk hasil kreasinya. (UKM06)