Yusmainar Kembangkan Usaha Manisan Warisan Ibunya

Yusmainar Kembangkan Usaha Manisan Warisan Ibunya
Yusmainar

Diposkan: 26 Jul 2019 Dibaca: 1150 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Di kalangan masyarakat melayu, manisan menjadi kuliner khas. Bahkan manisan sudah menjadi tradisi di momen-momen penting.

Misalnya di perhelatan pernikahan adat Melayu, perayaan idul Fitri, dan juga manisan selalu lekat dengan kehidupan sehingga menjadi hal biasa dihidangkan jika mengunjungi rumah warga Melayu.

Dan biasanya manisan Melayu ini menggunakan resep turun temurun. Seperti yang diakui oleh pengusaha manisan Yusmainar (48) warga Binjai Barat.

Dia menyebut resep manisannya berasal dari ibunya.

Dikatakan yusmainar, usaha manisan yang dirintisnya merupakan juga usaha dari ibunya.

Usaha yang sudah ada sejak 30 tahun itu kini mulai mengikuti perkembangan zaman. Ini dapat dilihat dari kemasannya yang kekinian. Selain rasnya yang manis tampilan manisan ini juga kian mengundang selera karena dikemas dengan apik.

"Usaha manisan ini sudah 30 tahun lalu, dimulai dari ibu saya, kemudian saya teruskan dan kini anak saya juga mulai merintis usaha manisan ini, jadi manisan kami ini sudah banyak yang tahu," katanya.

Adapun  ciri khas asinan miliknya tidak menyebabkan tenggorokan sakit. Karena bahan-bahan yang digunakan semuanya asli tanpa campuran seperti pengawet maupun anti basi.

Jenis buah asinan miliknya berjenis-jenis yakni jambu, bengkoang, nenas,
 mangga, kedondong.

Asinan dibuat tidak memakan waktu lama. Hanya menggunakan waktu beberapa jam saja.

Dikatakanya ia produksi 1 atau 2 kali dalam seminggu. Namun sayang usahanya yang cukup terkenal di kawasan tempat tinggalnya ini belum dipasarkan maksimal. Ia hanya menerima tempahan saja atau pesanan.

"Usaha ini masih rumahan jadi belum dipasarkan kemana mana. Hanya melayani pesanan saja. Kalau ada yang minta banyak saya belum bisa penuhi. Kalaupun untuk diecer hanya kesekolah sekitaran Binjai dan Langkat saja. Untuk promosinya masih sebatas mengikuti bazar.

"Sudah pernah mencoba masuk ke supermarket tetapi terkendala ketahanan. Karena manisan dan asinan milik saya hanya tahan 3 hari. Kalaupun didalam pendingin hanya tahan selama sepekan. Impian ke supermarket ada tetapi saya harus mempersiapkan  kemasan, label dan juga izin izinnya," katanya.

Meski diakuinya untuk izin dari balai BBPOM sudah ada namun sekarang tinggal menunggu turunnya izin halal.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan sedikit ilmu cara membuat manisan miliknya. Bahkan ia tidak sungkan untuk berbagi terbukti di tempat ia bazar di acara pencanangan KB-Kes TNI dan BKKBN itu ia melangsung demo.

"Membuat asinan caranya buah di cuci bersih dan dipotong sesui keinginan lalu dibiarkan sebentar. Bumbunya satu kilogram gula pasir 100 gr cabe merah, asam Jawa dan garam secukupnya. Cabe merahnya dibland boleh kasar boleh halus. Kemudian cabainya dimasak sampai warnanya berubah. 1 kg gula menggunakan 2 rantang air. Kemudian direbus hingga warna cabai sudah berubah baru dimasukkkan gula, asam Jawa dan garam," jelasnya.

Untuk harga manisan dan asinan miliknya yakni asinan berat 250 gram dibanderol Rp15 ribu, berat 500 gram Rp25 ribu. Ia berharapanisan dan asinan miliknya dapat terkenal dan dipesan oleh orang banyak. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved