Wow! Ricky Kembangkan Bisnis Lipan Kering, Ekspor Hingga ke Vietnam

Wow! Ricky Kembangkan Bisnis Lipan Kering, Ekspor Hingga ke Vietnam

Diposkan: 13 Aug 2019 Dibaca: 34 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Pertama kalinya, warga Sumatera Utara (Sumut) ekspor lipan atau kelabang atau dengan nama latin Scolopendra melalui Badan Karantina Pertanian.

Meski hewan lipan ini buat sebagian orang akan membuat geli bahkan takut, namun tidak buat anak muda bernama Ricky Santri Kurniawan (22) warga Perbaungan. Ditangannya hewan berbisa ini mendatangkan pundi-pundi rupiah bahkan kini akan diekspor ke Vietnam


Menurut Ricky, lipan kering adalah  usaha turun temurun keluarganya sejak tahun 1986. Ayah Ricky dulunya berbisnis lipan hidup untuk makanan ikan arwana dan masih dikirim ke daerah lokal dan paling jauh ke ke Jakarta dan Surabaya.


“Saat ini merambah ekspor dan ini baru pertama kalinya dan yang dikirim adalah lipan kering. Sebanyak 100 ribu ekor yang dikirim ke Vietnam,” katanya pada ukmkotamedan.com.


Lanjut Ricky, lipan ini diperolehnya dari para pemburu lipan dan ada juga pengumpul atau yang  disebutnya agen yang ada di berbagai daerah seperti di Kisaran, Batubara, Limapuluh Tanjung Balai. Sedangkan dari daerah Perbaungan sendiri memiliki pencari yang kebanyakan seorang petani ada sekitar 500 orang lebih.


“Kalau kita beli per ekor diberi harga Rp1.000 sampai Rp 1.500. Lumayan juga untuk membantu perekonomian masyarakat yang memburu lipan ini. Awalnya untuk lipan kering ini masih kita kirim ke Surabaya saja. Ternyata kita lihat dari internet ada klien dari Vietnam yang mau lipan kering ini dan kita tawarkanlah. Kalau di Vietnam biasanya lipan kering ini untuk makanan ikan juga sebagai bahan baku untuk pengobatan China. Harga dari Vietnam per ekor ke kita Rp 2.500,” jelas Ricky.


Untuk itu, Ricky akan terus melanjutkan peluang tersebut dengan melakukan pengiriman. Apalagi proses lipan kering ini tanpa bahan pengawet. Hanya dibekukan terlebih dahulu dimasukkan ke plastik dan diletak di freezer satu malaman. “Besok paginya ditusuk seperti tusuk sate agar lipannya lurus dan dikeringkan,” sebut Ricky.


Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menuturkan bahwa ini adalah peluang untuk anak muda yang bisa memanfaatkan usaha tersebut sehingga bisa menjadi sumber penghasilan keluarga. Sebab harganya juga cukup menjanjikan yakni bila diekspor harga lipan kering Rp 1,2 juta per kg nya.


“Ini cukup membanggakan ya. Saya pikir gak ada orang yang nau ternak lipan. Padahal ini bisa jadi sumber penghasilan keluarga, kalau bisa ini nanti sistem ternak saja supaya hasilnya lebih optimal, syukur-syukur sudah diolah, menjadi bubuk misalnya. Tentunya ini sangay kita dukung," ujarnya.


Ditambahkannya, jumlah ekspor lipan hari ini sebanyak 460 kg dengan tujuan Vietnam untuk dijadikan pakan hewan kesayangan seperti burung dan ikan, dengan nilai Rp552 juta. “Ini pertama kalinya di Sumut ya dan akan rutin dikirim dua kali per bulan,” tutup Ali. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved