Wisata Halal Ditolak, Target Satu Juta Wisatawan di Danau Toba Sulit Terealisasi

Wisata Halal Ditolak, Target Satu Juta Wisatawan di Danau Toba Sulit Terealisasi
Danau Toba

Diposkan: 05 Sep 2019 Dibaca: 999 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Sikap kontra terhadap wacana penerapan pariwisata halal (halal tourims) di Danau Toba diyakini bakal mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan baik lokal dan asing.

Pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo, menjelaskan labelisasi wisata halal di Danau Toba sejatinya tak harus dibuat polemik.

Menurutnya, polemik wisata halal juga tidak harus dibesar-besarkan. "Karena sebenarnya secara ekonomi dapat mengurangi minat wisatawan baik internasional maupun domestik ke sana. Wisata halal merupakan salah satu upaya untuk memberikan kenyamanan dan kepastian bagi wisatawan beragama muslim bahwa barang dan jasa yang dikonsumsinya di daerah wisata Danau Toba terjamin kehalalannya,” ungkapnya, baru-baru ini.

Sehingga, target untuk kunjungan 1 juta wisatawan ke Danau Toba akan sulit terealisasi.

Dia menjelaskan penolakan yang terjadi saat ini akan membuat sebagian wisatawan ragu akan barang dan jasa yang ditransaksikan di daerah tersebut. “Jadi kalau dilawan dengan acara yang seolah menentang kenyamanan wisata, malah membuat sebagian masyarakat akan semakin risih untuk datang ke Danau Toba,” tegasnya.

Mengingat, wisatawan asing yang datang ke Sumut umumnya dari Malaysia yang mayoritas penganut Islam. Hal yang sama dengan wisatawan lokal yang datang ke Danau Toba juga banyak yang muslim. Sehingga, wisata halal memang perlu ditawarkan melalui program jaminan barang dan jasa yang dikonsumsi oleh wisatawan yang beragama Islam telah halal.

Satu hal yang harus dimengerti, kata Wahyu bahwa wisata hal bukan hanya berkutat pada kuliner, namun juga memberikan layanan kepada wisatawan terkait hotel, restauran, juga tempat beribadah yang mudah didapat di daerah wisata.  

Program yang dapat dikembangkan Pemerintah Provinsi dalam mengembangkan wisata halal sebutnya melalui pemberian sertifikasi bagi hotel, restauran, makanan dan fasilitasi pembangunan rumah ibadah sebagai bentuk fasilitas pendukung wisata untuk wisatawan muslim.

Setelah itu, pemerintah juga perlu menginformasikannya kepada masyarakat baik secara cetak maupun online serta dengan aplikasi android. Dengan demikian wisatawan menjadi pasti untuk menikmati pariwisata secara halal.

“Untuk itu, dapat diarahkan ke sana. Seperti membuat peta restoran halal dan rumah ibadah. Memberikan sertifikat halal bagi restauran dan makanan yang menjadi oleh-oleh di Danau Toba,” jelasnya.

Sekadar mengingatkan, sejatinya program wisata halal ini bukan hanya tergaung dari Sumut, tapi juga dari Kementrian Pariwisata yang sudah dicanangkan sejak tahun 2017 lalu. Danau Toba termasuk dari beberapa daftar spot di Indonesia yang akan dijadikan wisata andalan level internasional. (UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved