Wirausaha Muda Harus Kreatif dan Inovatif
Diposkan: 29 Jul 2018 Dibaca: 1099 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, YOGYAKARTA - Pemerintah terus mendorong sektor wirausaha berkembang, khususnya dikalangan anak muda. Adapun, 2 kunci utama untuk menjadi wirausaha adalah kreatif dan inovatif.
Hal ini diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat menjadi narasumber Dialog Kebangsaan Akademi Kewirausahaan Masyarakat bertajuk “Peran Socialpreneur Sebagai Alternatif Karir dan Akselerator Produktifitas Masyarakat Desa” di Fisipol UGM, dikutip dari laman Kemnaker.go.id, Minggu (29/7/2018).
Saat ini sambungnya, kreativitas dan inovasi generasi muda adalah kunci untuk memulai wirausaha. Karena dengan keduanya, wirausahawan akan tetap bertahan dalam berbagai perubahan iklim bisnis dan industri.
"Usia muda tidak berpengalaman itu hal wajar, usia tua berpengalaman itu juga merupakan hal yang wajar, tapi pemuda yang memiliki kreatifitas tingi akan menjadi sesuatu yang luar biasa," ujarnya di hadapan ratusan civitas akademika UGM.
Dia mencontohkan, banyak perusahaan besar yang gagal eksis di tengah perubahan zaman dikarenakan kegagalan melakukan inovasi."Oleh karenanya, kalau mau nyemplung menjadi wirasusaha harus percaya pada kerja keras yang kreatif dan inovatif,"imbuhnya.
Selain itu, untuk memulai menjadi wirausahawan, lanjutnya, tidak boleh hanya dilandasi dengan motivasi profit oriented saja. Lebih dari itu, motivasi bisnis anak muda haruslah wirausaha sosial.
Dengan motivasi tersebut, anak muda tidak hanya menjadi wirausahawan yang mengejar keuntungan bisnis semata, tapi juga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan masyarakat. "Jadi kita menempatkan diri sebagai agen perubahan. Kalau niat kaya saja salah, tapi kalau niat bantu orang itu baru benar," tuturnya.
Sementara itu, Dekan FISIPOL UGM Erwan Agus Purwanto menyatakan, untuk membekali mahasiswanya keterampilan berwirausaha, Kampus UGM telah menyiapkan program inkubasi startup. Program ini disebutnya telah menghasilkan 15 grup startup dari kalangan mahasiswa. Program ini juga akan terus dikembangkan sehingga menjadi akademi kewirausahaan masyarakat. "Jadi saat ini ada 100 orang yang sudah tergabung. Tujuannya untuk menyiapkan calon sosio preneur,"ujarnya.(***)