Wiken Astuti, Jaring Perempuan Punya Usaha

Wiken Astuti, Jaring Perempuan Punya Usaha

Diposkan: 01 May 2018 Dibaca: 1279 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Tidak sedikit kalangan yang memiliki keinginan dan tujuan mulia. Bagaimana agar perempuan bisa maju dan memiliki usaha, dengan memiliki life skill. Sehingga bisa mandiri dan berpenghasilan. Salah satunya, Wiken Astuti, instruktur craft asal Malang yang berbagi ilmu ke berbagai daerah di Indonesia secara gratis.

Kesempatan sharing ini, sering dimanfaatkan disela-sela kunjungannya ke satu daerah. Seperti di Medan, komunitas rajut Craft Medan meminta diberikan pola dan tehnik bagaimana membuat kaktus, bungan ros dan tulip dengan mudah.

“Saya sangat senang berbagi. Karena saya merasa bahagia. Apalagi, jika ada orang yang akhirnya bisa mempunyai pekerjaan. Saya kan sekarang menjadi mentor UKM di surabaya, ini  hanya untuk mensukseskan orang, jadi saya menjaring perempuan untuk mempunyai usaha,”tutur Wiken Astuti saat berkunjung ke Medan dan sharing dengan komunitas rajut Craft Medan di Jalan Balam Gang Silalahi, Selasa (1/5/2018).

Bagi Wiken semakin banyak perempuan memiliki usaha sendiri, menjadi kebahagiaan tersendiri yang dirasakannya.Nenek tiga orang cucu ini menuturkan awalnya merajut ini dilakoninya sejak masuk kecil. Untuk membuat baju bagi adiknya.

“Ini mulanya dari membuat baju bayi. Karena zaman dulu itu tidak ada, jadi dibuat untuk adik. Kain yang dipotong-potong terus dirajut pinggirannya. Dari sini, akhirnya saya menyenanginya,”ujar Wiken yang mengaku diajari sang ibu.

Wiken menyebutkan sejak dibangku kuliah, dia sangat suka merajut. “Saya dari dulu itu main di peci. ini karena anak muda suka menggunakannya, suka dilipat dan ditaruh disaku,”ujarnya.

Dari sinilah dia kemudian mengembangkan pola dan tehnik merajut, hingga saat ini karyanya diminati banyak diluar negeri. Tidak hanya itu, pemilik Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sekar Sufi ini, mengaku saat ini sedang menyusun sejumlah pola untuk rajut bunga.“Kalau rajut saya tidak ada di jual di Indonesia, banyak diluar negeri, Australia dan Madinah,”ujarnya.

Bahkan ada teman sambungnya, yang sudah 30 tahun, pecinya masih ada. Hingga saat ini, Wiken mengaku tiga produk rajut yang menjadi andalannya dan diminati hingga ke luar negeri tersebut, masing-masing peci, slipper dan sepatu rajut, selebihnya berbagi dengan UKM dalam mengembangkan kreativitasnya.

Saat ini sebut Wiken dia memiliki binaan disejumlah daerah seperti di Tulung Agung, Jogja, Bandung. Tidak hanya itu saja dia juga memberdayakan anak pondok serta lembaga pemasyarakatan (lapas) di Malang. “Saya suka, melihat anak-anak muda termotivasi berusaha,”ujarnya. (UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved