Warga Kelambir Ini, Inovasikan Limbah Kayu Falet Menjadi Beragam Hiasan Dinding Nan Cantik

Warga Kelambir Ini, Inovasikan Limbah Kayu Falet Menjadi Beragam Hiasan Dinding Nan Cantik

Diposkan: 07 Apr 2019 Dibaca: 80 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Ridwan Syahdan (32) warga Jalan Kelambir 5 Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Sunggal menginovasikan limbah kayu Falet menjadi beragam hiasan dinding dan juga aneka dekorasi rumah nan cantik. Bahkan hasil karyanya ini sudah dipasarkan ditengah-tengah masyarakat.

Ini bermula dari ketertarikannya dengan video tutorial di salah satu Chanel di YouTube sekira tahun 2016 silam. Kemudian dia mencoba mengaplikasikan ilmu tersebut dengan membuat sebuah jam duduk untuk ia pajang di rumahnya sendiri.

Selanjutnya, Ridwan memberanikan diri untuk memposting hasil karyanya di media sosial seperti  Instagram yang ternyata juga mendapat respon positif dari teman-temannya dan tidak sedikit yang melakukan pemesanan.

"Pertama kali yang saya buat jam duduk nama, kemudian kaligrafi yang bertuliskan Allah dan  Muhammad lalu saya mengembangkan dengan menginovasikannya menjadi  rak mini untuk  dapur dan pada tahun itu, 2016.  Saya mulai coba sambil saya kerja juga di perusahaan swasta," ujarnya.

Dengan permintaan kian deras, akhirnya ia memutuskan untuk resain dari perusahaan swasta bidang travel pada Juli 2018 lalu, dan memilih fokus dengan usahanya dengan brand One Wood Craft.

"Sampai bulan Juli 2018, saya beraniin untuk fokus, dan saya resign dari kerjaan dan sekarang saya sudah fokus disini," imbuhnya.

Sejauh ini, Ridwan mengaku belum memiliki galeri, karenanya dalam memasarkan karyanya ini, masih memanfaatkan Instagram dan whatssapp.

"Untuk jumlah pembeli dibilang banyak juga gak, dibilang sedikit juga nggak, dalam sebulan  pemesan bisa mencapai 5 sampai 10 produk," tegasnya.

Dalam membangun usaha ini, Ridwan mengaku juga mengalami pasang surut. Apalagi usaha tersebut masih dikelolanya sendirian.

"Karena memang saya masih kerja sendiri jadi untuk 1 produk itu pengerjaannya bisa sekitar 3 harian. Dan saya juga mengalami kendala dalam hal pemasaran karena harga produk saya terbilang mahal dipasaran," jelasnya.

Dia mengaku pernah ditolak saat dalam memperkenalkan dan menawarkan jam inovasinya ini, karena dinilai harganya terlalu mahal. Namun ini tidak membuatnya patah arang. Dia tetap semangat dan berjuang untuk memperkalkan setiap karyanya.

"Tapi kalau di buat harganya  murah, gak bisa cover sama cost yang saya keluarkan pada pembuatan setiap produk," katanya lagi sibuk mengakui bahwa ia sudah ada membuat 100 variasi produk.

Untuk harga dipatok bervariasi mulai Rp 80 ribu sampai Rp 250 ribuan tergantung tingkat kerumitan dan penggunaan kayu faletnya.

Dari usaha ini, Ridwan mengaku memiliki impian mempunyai galeri, agar bisa memajang hasil karyanya. Dengan harapan usahanya ini, bisa mengubah perekonomian keluarganya.

"Saya berharap usaha  ini bisa berkembang, bisa jadi tumpangan untuk  kehidupan keluarga saya, saya berharap bisa punya galeri sendiri," tandasnya.(UKM06)

 

 

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved