Vokasi Industri Gaet 2074 SMK dan 745 Perusahaan

Vokasi Industri Gaet 2074 SMK dan 745 Perusahaan

Diposkan: 08 Feb 2019 Dibaca: 685 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Sejak digulirkan tahun 2017, program pendidikan vokasi ‘link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri’ telah menggandeng sebanyak 2.074 SMK dan 745 perusahaan. Jumlah tersebut tersebar wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Sedangkan untuk tahun 2019, program tersebut ditargetkan dapat menggaet sebanyak 2.685 SMK dan 750 perusahaan.

“Pada tahap kedelapan ini, meliputi wilayah Jawa Timur. Kami melibatkan 295 SMK dan 97 perusahaan. Sampai saat ini, ada 3.708 perjanjian kerjasama yang sudah ditandatangani, karena satu SMK dapat dibina oleh beberapa perusahaan,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, pada peluncuran program pendidikan vokasi di Kawasan Industri Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Kamis (7/2/2019).

Disebutkannya, program tersebur diawali dari Provinsi Jawa Timur. Pilihan ini, sebab Jawa Timur dinilai sebagai salah satu wilayah yang sangat concern terhadap pengembangan SMK dan menjadi daerah dengan pertumbuhan industri yang tertinggi.

Menurut Menperin, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, fokus pembangunan nasional pada tahun ini adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas setelah gencar melakukan berbagai pembangunan infrastruktur.

“Oleh karenanya, meningkatkan SDM yang kompeten, perlu dilaksanakan program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih giat,” tuturnya.

Oleh karenanya, Kemenperin bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat kelompok kerja yang akan mengawal pelaksanaan revitalisasi SMK di bidang industri.

“Kami berharap, perusahaan industri dan SMK yang telah menandatangani perjanjian kerja sama, agar melaksanakan program-program pembinaan dan pengembangan SMK yang telah digariskan. Selanjutnya, pemerintah daerah untuk dapat mendukung program  ini,” tegas Airlangga.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan program pendidikan vokasi yang dilaksanakan Kemenperin tersebut sangat riil.

“Ini sangat riil. Kami telah melihat, para kepala SMK merasa bahwa inilah link and match yang sebenarnya,” ungkap Hamid.

Dia menyebutkan, saat ini jumlah SMK swasta di Indonesia sebanyak 10.500 sekolah, sedangkan SMK negeri mencapai 3.500 sekolah. “Jadi, tidak ada masalah kalau kita mampu melakukan layanan pendidikan yang terbaik dengan menghasilkan lulusan yang bisa langsung terserap kerja,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim, Wahid Wahyudi mengapresiasi Kemenperin, telah melaksanakan program pendidikan vokasi industri dengan jumlah yang cukup besar. “Ini akan mendorong perekonomian daerah dan nasional. Pada tahun 2017, PDRB Jatim mencapai Rp2019,19 triliun atau memberi kontribusi 14,86 persen terhadap ekonomi nasional,” tuturnya.

Menurut Wahid, 70 persen kebutuhan pokok di wilayah Indonesia timur dipasok dari Jatim. “Jadi, PDRB kalau ditambah provinsi-provinsi tersebut, sebesar 34,4 persen atau sepertiga lebih nasional dihasilkan oleh aktivitas ekonomi di Jatim,” pungkasnya. (*)

Sumber : kemenperin


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved