Utamakan Kualitas dan Higenis, Hj Sulistyowati Tidak Ingin Bangun Bisnis Setengah-setengah
Diposkan: 01 Sep 2018 Dibaca: 1163 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Membangun bisnis tidak hanya sekedar untuk meraup untung semata. Namun bagaimana agar usaha yang dibangun tersebut berkualitas, higenis dan aman untuk dikonsumsi.
Inilah yang menjadi prinsip bisnis Hj. Sulistyowati pemilik usaha Rumah Snack yang menekuni usaha kuliner sejak tujuh tahun terakhir dengan beragam menu selain tape ketan, bumbu pecal, juga ada teri balado, teri crispy, bumbu rujak hingga rendang.
Ibu tiga orang anak ini menuturkan, sebenarnya bisnis bukan hal baru baginya. Sebab sekira 15 tahun silam di Lhoksomawe, dia sudah terbiasa menerima orderan dengan beragam menu seperti kue kering, basah dan snack untuk arisan, catering. Selain itu juga ada bumbu pecal dan tape ketan.
Tidak hanya usaha kuliner yang dilakoni, Lies juga pernah memasarkan baju lukis yang diproduksi di Pulau Jawa dan menjual bunga. Namun, saat suaminya memasuki masa pensiun, dan mereka menetap di Medan membuat hobi memasaknya, semakin tersalurkan.
Sebab Lies yang memiliki impian punya rumah makan ini bisa semakin menseriusi hobinya. Hanya saja impiannya untuk merealisasikan usaha rumah makan, membutuhkan modal yang tidak sedikit. Hingga akhirnya dengan berbagai pertimbangan, dia memutuskan untuk mengembangkan usaha tape ketan dan bumbu pecal dengan kemasan yang menarik.
Tidak sampai disitu saja, Lies mengaku tidak ingin setengah-setengah dalam membangun usahanya ini. Apalagi dia ingin menyajikan makanan yang sehat dan higenis. “Untuk produk kita ini, menggunakan bahan baku yang berkualitas. Kita juga tidak menggunakan pewarna, penyedap rasa dan tanpa pengawet,”ujarnya
Sehingga menu yang dihadirkannya dilengkapi dengan PIRT dan sertifikat halal. Lies menambahkan, untuk dua pertama yang dirintisnya tape dan bumbu pecal, mulanya untuk kebutuhan konsumsi keluarga saja.
Kemudian menu ini dibagi-bagikannya kepada tetangga dan teman-teman kantornya. “Yang pertama itu, tape ketan. Awalnya, untuk kita makan sendiri, dan saya sering membagikannya kepada kawan-kawan di kantor. Mereka suka, dan lama kelamaan ada yang order,” ujarnya.
Kemudian bumbu pecal, diproduksi untuk bekal ibadah haji. “Bumbu pecal ini, awalnya saya berikan sama teman-teman dan tetangga yang berangkat haji,” ujar Lies.
Seiring dengan perjalanan waktu sebut Lies, dia pun menghadirkan beberapa inovasi seperti teri balado, bumbu rujak hingga rendang. Meski produk rumahan, namun beragam varian menu yang disajikan di Rumah Snack ini sudah sampai ke sejumlah negara seperti Jepang, Belanda, Mekkah.
“Menu yang kita buat banyak di order teman-teman yang mau jalan-jalan, tapi susah cari makanan Indonesia. Jadi ini untuk dijadikan bekal lauk, dan ada juga yang dijadikan jadi oleh-oleh,”ujarnya.
Produk yang dipasarkan melalui toko retail dan sosial media seperti instagram ini, dipasarkan mulai Rp 19.000 perkemasannya. “Sejauh kita sudah ada langganan juga di pulau Jawa. Seperti Jakarta, Surabaya, Jogjakarta,”ujarnya. (UKM01)