Usung Identitas Kota Medan, Mowiee Melaju ke Final Ajang Deureuham 2019

Usung Identitas Kota Medan, Mowiee Melaju ke Final Ajang Deureuham 2019

Diposkan: 06 Aug 2019 Dibaca: 462 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, CATATAN prestasi kembali ditorehkan Alween Ong, kreatif muda anak Medan, sekaligus founder Mowiee di ajang Deureuham Tahun 2019 yaitu Islamic Creative Economny Competition.

Alween Ong membawa Mowiee yaitu mobil wisata berkonsep edukasi asal Medan berhasil melaju ke final Deureuham tahun ini bersaing dengan karya dari peserta lain dari daerah lain di Indonesia. "Alhamdulillah Mowiee masuk ke final Deureuham," ujarnya, Senin (5/8/2019).

Dia menjelaskan dalam kompetisi ini, Mowiee mengusung sebuah kota harus memiliki identitas. "Yang kemudian dari Medan sebagai City of Trader kami berangkat, sehingga kota harus peduli terhadap proses pariwisata di kotanya, karena proses pariwisata di kota itu merupakan salah satu poin penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, karena dari sisi  pariwisata, maka seluruh lini akan berbenah," jelasnya.

Dia mencontohkan, Mowiee mengusung program city tour. "Nah, ketika city tour otomatis tiap kota ingin terlihat bersih, aman, rapih, dan menyamankan bagi orang-orang yang berkunjung ke suatu kota. Sehingga semua pihak akan berbenah, berusaha untuk tidak ada sampah, berusaha untuk mengurai kemacetan. Perlahan seperti itu akan dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Poinnya adalah tidak bisa hanya pemerintah yang bekerja, tapi semua orang harus bekerja," bebernya.

Kemudian Mowiee menyongsong sebuah konsep, visit herritage. Alween menilai Kota Medan dari satu sisi sejatinya memiliki banyak hal yang bisa diandalkan. "Medan punya Malay Street, Little India, Medan punya China Town, sebuah mal pertama di Indonesia, ada warrant house, kita juga punya bangunan kolonial seperi Kantor Pos, banyak hal. Kita juga punya Balai kota, Merriam Temple,  Tjong a Fie, jadi kita bisa berbenah dan memberi edukasi kepada masyarakat lokal maupun dari luar kota bahkan luar negeri," tuturnya.

Selanjutnya, tentang edukasi. Dimana, orang yang datang ke Medan bisa teredukasi tentang identitas kota Medan yang berujung pada munculnya investor dengan kolaborasi potensi kota.

"Sisi lain kami terjun ke dunia enterprenership, sehingga ternyata Kota Medan punya pusat ekonomi bisnis di Centra UMK, kemudian kami punya market place sendiri yaitu UKM MART. Kami punya portal sendiri, media bagi UKM yang UKM itu tak perlu bayar. Karena semua orang-orang di dalamnya tulus memberikan kontribusi untuk pembangunan kota," tegasnya.

Selanjutnya, kata Alween, semua poin tersebut dirangkum, dirinya bergerak pada satu poin penting lainnya yaitu halal tourism.  "Poinnya, sesuatu yang halal itu  berkah, bahwa halal tidak hanya bicara makanan saja, tapi berbagai lini yang harus kita tingkatkan kategorinya menjadi halal dan berkah.  Nah, kami merasa ketika mengikuti kompetisi Deureuham ini, alhamdulillah banget presentasi kami tentang Medan sebagai city of trader diberi ruang oleh dewan juri untuk ke tahap selajutnya," ungkapnya.

"Karena program yang disongsong Mowiee tidak hanya bisa dilakukan di Kota Medan tapi bisa lanjut di kota-kota lainnya dan dibentuk dalam sebuah games yang menarik yang membuat orang attractive untuk ikut di dalamnya. Mowiee ini ke depannya cukup panjang program yang kami bangun. Harapan kami semua program ini bisa terlaksana di Indonesia dan berkontibusi penuh utnuk membangun negeri ini baik perekonomian, pariwisata, pendidikan dan sektor lainnya," papar Alween yang dengan Mowiee ini juga menjuarai ajang Islamic Nexgen Fest 2019.

Untuk final, dijelaskan Alween pihaknya akan terus berusaha maksimal. "Otomatis doa dan usaha harus dikencangkan dan ini tidak hanya tentang membawa nama Mowiee ini membawa  Kota Medan karena yang kita angkat identity, iconicnya. Kita bawa adalah bagaimana kontribusi masyarakat dari berbagai sektor berkerjasama untuk memajukan kota Medan. Harapan terbesar semoga program ini bermanfaat," ungkapnya.

"Perkara menang tidak menang, kami sangat yakin pemenang sesungguhnya  bukan berada di panggung podium, tapi pemenang sesunguhnya berada di lapangan dan tetap konsisten berkontribusi, karena tujuan pembangunan adalah  sustainability atau berkelanjutan," pungkasnya. (UKM02)


Tags

5 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved