Ustad Abdul Somad: Ekonomi Umat Harus Bangkit
Diposkan: 14 Mar 2018 Dibaca: 1379 kali
UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN
Forum Komunikasi Muslimah Indonesia(FKMI) Sumut menggelar tabligh akbar yang menghadirkan ustadz Abdul Somad. Acara yang dihadiri lebih dari seribuan jamaah ini, digelar Rabu malam (7/3/2018).
Saat ini sebut ustadz asal Riau ini, ekonomi umat sedang terpuruk. Padahal ekonomi ini sangat erat kaitannya dengan pendidikan. Sementara pendidikan biayanya juga tidak murah, sehingga ekonomi ini perlu untuk dibangkitkan.
Untuk membangkitkan ekonomi ini sambung ustadz Somad, diperlukan adanya pihak yang menginisiasi 'lilin' sebagai penerang. Selain itu juga dalam mendorong kebangkitan ekonomi umat ini, umat Islam diajak untuk berbelanja di usaha muslim.
FKMI sebutnya, sudah melakukan trobosan pengelolaan usaha melalui kreativitas masing-masing anggota dengan penjualan secara online. Hal itu cukup positif, apalagi tidak mengganggu tugas mereka sebagai ibu rumah tangga.
“Mereka berusaha tanpa harus memiliki fasilitas outlet, namun tetap berani untuk berwirausaha. Dengan memanfaatkan media online,”ujarnya.
Hal seperti ini menurutnya harus dikembangkan. Bahkan apa yang dilakukan komunitas ini, bisa menjadi inspirasi bagi untuk untuk membangkitkan ekonomi. "Ini harus dikembangkan. Di Taiwan ada sekira 265 ribu TKI, jika mereka mendapat informasi bagaimana FKMI mengelola usaha dan bisa menghasilkan untuk kebutuhan rumah tangga,tanpa mengganggu tugas sebagai isteri dan ibu, tentulah mereka berpikir lebih baik bekerja di rumah sendiri,"katanya yang meyakini bahwa vidio ceramahnya ini akan tersebar di dunia maya sehingga seluruh dunia bisa melihatnya.
Penguatan ekonomi ini menjadi penting sebutnya, sebab ekonomi yang stabil akan menjadi dasar bagi keluarga untuk bisa mendidik anak-anaknya menjadi lebih hebat dan berkualitas. "Jika ekonomi kita tidak baik,bagaimana bisa menyekolahkan anak-anak di lembaga pendidikan berkualitas, sebab di sana memang memerlukan dana yang tidak sedikit,"katanya.
Karenanya, sambung dia, Islam itu bukan saja pada pengaturan aspek, sahadat, shalat lima waktu, berpusa bulan Ramadhan, tetapi harus diimbangi dengan kekuatan ekonomi dan pendidikan serta kekuatan politik serta jihad.
"Makanya, seruan azan juga berlangsung dua kali, guna mengajak lebih serius orang yang sibuk dengan aktifitas ekonomi,"paparnya.
Dalam paparannya, Ustad Abdul Somad menyebutkan dengan berbelanja di usaha muslim secara tidak langsung akan memutar keuangan dikalangan umat Islam. "Janganlah saat shalat dan ibadah bulan Ramadhan bersama-sama tapi saat belanja Hari Raya diberikan kepada yang bukan muslim,"katanya.
Bagaimanapun sambungnya, dalam kehidupan beragama, tidak bisa mengabaikan aspek ekonomi, politik dan jihad. “Lalu, dimana posisi kita sebagai umat Islam sebagai pendorong aspek ekonomi, jika kita tidak melakukan usaha. Maka, apa yang sudah dilaksanakan FKMI pantas mendapat dukungan, karena bergiat membangkitkan ekonomi dengan membuat beragam makanan yang bisa dijual dan pastilah jadi pilihan karena kita tidak ragu mengkonsumsinya,"tandasnya. ukm01