Usman Batubara Ubah Batok Kelapa Jadi Hiasan Cantik

Usman Batubara Ubah Batok Kelapa Jadi Hiasan Cantik

Diposkan: 10 Apr 2019 Dibaca: 77 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Batok kelapa acap kali dianggap sebagai sampah bagi banyak orang. Setelah meminum air kelapa atau santannya, maka batok dibuang begitu saja.

Pun, demikian dari ide cemerlang, barang yang tak dianggap bisa bernilai jual tinggi.

Seperti yang dilakukan Usman Batubara (54)  Warga Jalan M. Yakup No 48 Bandar Klippa, Percut Seituan, Deliserdang. Dia mengubah batok kelapa menjadi berbagai hiasan yang cantik.

Usaha yang dirintisnya sejak 2 tahun ini bermula sejak ia dibawa anaknya untuk tinggal bersama di Jalan Sederhana Tembung. Kebetulan anaknya punya usaha kukur kelapa (parut kelapa). Ia sudah tua juga istrinya Habsah (60) sudah tidak diperbolehkan anaknya untuk bekerja berat di kampungnya di Batubara. Sehingga sebelumya ia hanya membantu anaknya melayani pembeli.

Anaknya biasanya mengambil kelapa Batubara melalui agen. Sehingga terkadang kelapa tidak menentu ukurannya terkadang besar kali dan sering kelapa yang dikirim berukuran sangat kecil. Alhasil kelapa kecil itu tidak bisa dikukur karena tidak muat di kepala kukuran milik anaknya.

Akhirnya sering mengalami kerugian. Kelapa kecil yang tidak bisa dikukur itu akhirnya tidak terjual sampai busuk.

"Mana mau orang juga kelapa kecil walau kita bilang tebal, banyak santannya, tetap saja tidak mau pembeli," ujarnya.

Akhirnya ia pun berpikir bagiamana agar kelapa kecil itu tidak terbuang melainkan juga menghasilkan uang. "Saya cobalah, kelapa kecil itu saya belah lalu saya congkel dagingnya lalu saya jemur menjadi kopra, sedangkan batoknya saya coba menjadi kerajinan tangan. Awalnya saya buat bentuk batok itu menjadi burung," jelasnya.

Ternyata diakuinya hampir setiap hari kerajinan tangan dari batok yang ia buat laku terjual. "Saya buat 3 laku 2 buah, senang sekali saya diawal-awal itu," ungkap pria yang memiliki 8 anak ini.

Pembuatannya sangat sederhana. Tidak berbekal keahlian atau belajar khusus, bapak yang sudah memilki 22 cucu ini mengaku hanya bermodalkan batok, kikir, grenda, ampelas, dan juga lem kayu.

"Saya cuma tamatan kelas 3 Sekolah Dasar jadi tidak punya keahlian khusus atau belajar khusus, semua hanya coba-coba," katanya lagi.

Akhirnya solusi untuk si kelapa kecil ia temukan, selain dapat mengisi waktu luangnya, batik-batik kecil itu justru juga menambah pundi-pundi penghasilan bagi dirinya. Ia terus mengembangkan kerjakan batok kelapa tersebut sehingga saat ini ada puluhan bentuk yang dibuatnya diantaranya  toples, bunga, lampu gantung, lampu dinding, celengan, aneka jenis gelas lengkap dengan tatakan juga sendok dan garpu.

Pria yang sempat hampir tiada ini akibat jatuh dari ketinggian saat memanjat pohon kelapa di Batubara ini mengaku sangat senang dan gembira. Waktu luangnya dirasakannya menjadi sangat bermanfaat. Apalagi istri dan anaknya mendukung kerajinan yang digelutinya hingga menjadi usaha yang serius.

Tetapi ia mengaku menemui kendala dalam pemasaran. Ia hanya memajang kerjakan batok kelapa yang cantik itu di kedai anaknya yang kini berada di Bandar Klippa. Selain itu tidak ada. Karena ia juga tidak bisa menggunakan android dan juga tidak melek teknologi.

"Pembeli palingan dari orang yang lewat, mahasiswa dan kadang kadang pemilik usaha seperti kafe, tukang pangkas dan satu-satu membeli untuk hiasan rumahnya," ujarnya.

Tetapi ia mengaku terus membuat kerajinan ini, ia yakin sesuatu yang dikerjakan dengan serius akan mendatangkan hasil yang diharapkan.

Untuk harga kerajinan batok ini seperti bunga harganya Rp35 ribu ada juga Rp25 ribu sesuai ukuran. Untuk lampu gantung di bandrol harga Rp65 ribu sampai Rp95 ribu , cangkir  Rp15 ribu sampai Rp 25 ribu, gantungan kunci Rp5 ribu, celengan Rp15 ribu sampai Rp20 ribu jika yang pakai tangkai, sednagka  untuk sendok Rp5 ribu dan centong nasi Rp10 ribu. Ia berharap ada bantuan dari pemerintah seperti modal usaha karena saat ini ia tidak lagi tergantung dari batok kelapa usaha anaknya melainkan harus membeli kelapa kecil khusus dari Batubara.

"Saya berharap ada bantuan modal, dan juga informasi pemasaran produk seperti ini sehingga usaha saya ini bisa berkembang," tandasnya. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved