UKM Makanan Olahan Diidentifikasi

UKM Makanan Olahan Diidentifikasi

Diposkan: 14 Mar 2018 Dibaca: 647 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak disektor kuliner di Sumatera Utara diidentifikasi. Ini sebagai upaya untuk memetakan kelemahannya, sekaligus untuk mendorong agar bisa bersaing dengan produk luar.

Hal ini diungkapkan Kepala Unit Pelayanan Tehnis (UPT) Pusat Pelatihan dan Promosi Ekspor (P3E) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Sujatmiko, disela-sela workshop yang diikuti puluhan UKM makanan dan minuman olahan, kemarin (12/3/2018).

“Tugas pokok dan fungsinya kita itu, dalam hal pembinaan. Dalam kaitannya untuk melatih dan mempromosikan produk,”ujarnya. Oleh karenanya, melalui pendataan yang dilakukan ini, pelaku UKM pun terus menghimbau agar pelaku usaha makanan dan minuman bergabung dengan Ikatan Makanan/Minuman Olahan (IMO). Sebab pihaknya akan berkoordinasi dengan komunitas tersebut untuk menampung aspirasi pelaku UKM di Sumatera Utara.

“Dari IMO ini kami minta saran dan masukan, apa yang menjadi kendala mereka selama ini. Apakah sumber daya manusia, peralatan, kualitas produk atau pemasaran. Kita dapatkan informasi dari IMO. Tujuannya untuk untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan berstandar dan memenuhi kriteria standarisasi,”ujarnya.

“Sejauh ini, kita sudah punya grup whatssapp. Sebenarnya tidak hanya makanan saja, tapi semua pelaku UKM di Sumut ada yang tergabung didalamnya. Kemudian ada juga khusus grup IMO,”ujarnya.

Pihaknya mengharapkan semua pelaku usaha makanan/minuman terindetifikasi. “Jadi tahap awalnya secara online, ini masih upaya kami. Tapi kami juga melakukan koordinasi dengan kab/kota. Seperti Langkat, Binjai, Karo, Dairi, Phakpak barat. Untuk mendata, meregistrasi UKM yang ada di sana,”sambungnya.

Sebenarnya tambah Sujatmiko, pihaknya konsen pada pembentukan ikatan-ikatan UKM. “Ini untuk memfokuskan mereka agar produknya itu tidak kalah bersaing ditengah MEA. Jangan pula untuk konsumsi Medan atau Sumatera Utara masuk produk luar negeri yang mempunyai kualitas yang lebih baik dari makanan olahan lokal,”ujarnya.

Dengan adanya wadah tersebut, menjadi salah satu upaya peningatan daya saing UKM di Sumut. “Hanya saja, masalahnya ada pembinaannya itu di kabupaten kota, di provinsi. Ini sebaiknya ada satu instasi yang mengkoordinir,”ujarnya seraya berharap gubernur menghujuk instansi yang menjadi leading sektornya.

Memang sambungnya, pihaknya fokus pada industri dan perdagangan. “Ini yang kita kelola. Tetapi bagaimana dengan hulunya seperti bahan baku. Ini siapa yang mengelola, siapa yang membina ini. Bagaimana ketersediaannya, potensinya. Kalau ini tidak tersedia,bagaimana cara memprosesnya,”ujarnya.

Menurutnya, harusnya ada instansi yang bertanggungjawab. Sehingga dari hulu sampai kehilir terintegrasi. “Makanya kita mengharapkan kebijakan gubernur untuk mensinergikan dari hulu hingga ke hilir,”imbuhnya. (UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2020. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved