Triwulan I 2019, Konsumsi Avtur Mengalami penurunan 21,4 persen
Diposkan: 04 Apr 2019 Dibaca: 773 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Konsumsi Avtur pada triwulan 1 tahun 2019 menunjukan penurunan yang cukup tinggi. Untuk wilayah Sumbagut konsumsi avtur turun hingga 21,4 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 lalu.
Hal ini dikatakan Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo pada acara pertamaksimal (Pertamina makan siang sama jurnalis), Kamis (4/4/2019) di Istana Koki Jalan Cik Ditiro Medan.
Di kesempatan itu, Robi Hervindo mengatakan di Sumatera Utara dapat dilihat dari Bandara Kualanamu yang diakuinya mengalami penurunan konsumsi Avtur hingga 21,1 persen dibandingkan Januari hingga Maret di tahun 2018 lalu.
"Kita lihat segi konsumsinya berkurang dari pesawat yang landing atau take of di Kualanamu berkurang frekuensinya sehingga konsumsinya berkurang," tegasnya.
Penyebab menurunnya konsumsi avtur dikatakannya kemungkinan karena imbas mahalnya tarif tiket pesawat yang terjadi sejak di akhir 2018 lalu. Padahal sejak November, Desember diakuinya Pertamina sudah melakukan penurunan harga avtur.
"Terakhir harga avtur juga turun saat Persatuan Hotel dan Restoran Indonesa (PHRI) bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo di Januari. jadi sejak November 2018 kita sudah turun sebanyak 4 kali," ungkapnya.
Penurunan ini Secara keseluruhan terjadi terutama di Kualanamu konsumsinya menurun signifikan. Untuk angkanya pihaknya tidak mau mempublish alasan persaiangan atau kompetitor.
Apakah pertamina mengalami kerugian atau tidak dikatakannya ternyata untuk avtur sebenarnya pihak Pertamina sudah ada perjanjian dalam bentuk kontrak dengan maskapai. Sehingga tidak terlalu pengaruh di pertamina. "Jadi ketika dilihat ada harga publish dengan harga yang kontrak berbeda. Misalnya harga avtur selama 3 bulan ini sekian nanti maskapai mau belinya berapa, realisasinya sesuai dengan yang mereka lakukan," paparnya.
Dan dikatakanya antara maskapai dan bandara ada perbedaan harga ini dilihat dari jarak tempuh sehingga ia tidak bisa membeberkan betapa angka penurunan pada triwulan 1 ini. (UKM06)