Topang Daya Saing Industri Batik dengan Inovasi
Diposkan: 20 Oct 2019 Dibaca: 1128 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Industri batik terus didorong agar menghasilkan produk yang semakin kompetitif. Salah satunya, dengan menciptakan inovasi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang).
“Beberapa unit litbang kami, telah menghasilkan berbagai alat yang dapat meningkatkan daya saing industri batik nasional,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara dilansir dari laman resmi resmi kementerian perindustrian, Senin (21/10/2019).
Ngakan menyebutkan, beberapa hasil litbang dan rekayasa yang telah dibuat unit litbang di bawah BPPI Kemenperin, seperti HAOP-Hybrid Advanced Oxidation Process (Pengolahan Air Limbah Teknologi Advance) dan Reaktor Silinder Elektro-Katalitik Alir Kontinyu (anoda: Ti/Pbo2) sebagai unit pengolah air limbah Industri Pewarna dari Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang.
Selanjutnya, Kain Tenun Desain Struktur Bermotif Batik dan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Dobby Elektronik dari Balai Besar Tekstil (BBT) Bandung. Sedangkan di Baristand Industri Padang, dilakukan penelitian pembuatan sediaan pewarna tekstil dari Gambir dan limbah Gambir, serta aplikasi dan pengembangan pigmen warna alam Gambir pada produk tekstil ramah lingkungan.
Ngakan berharap, pelaku usaha batik dapat menyerap teknologi yang telah dikembangkan oleh Kemenperin. Sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produk yang dihasilkan, serta meningkatkan daya saing industri batik dan produk batik.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (IKFTLMATE), BPPI Kemenperin, Sony Sulaksono menyampaikan, batik Nusantara memiliki berbagai keunggulan, di antaranya motif yang beragam dengan filosofi dan nilai seni dan warisan budaya yang sangat tinggi, desain menarik sesuai tren atau mode yang terus berkembang, menggunakan pewarna alam, serta dikerjakan dengan tangan yang dimaknai sebagai batik tulis, batik cap dan kombinasi diantara keduanya.
“Dalam upaya menjaga permintaan pasar yang semakin meningkat, pemerintah terus memberikan dukungan iklim usaha yang kondusif serta mendorong penggunaan perangkat teknologi yang tepat dan cocok dalam proses produksi batik termasuk proses produksi bersih dan eko-efisiensi yang dipertimbangkan menjadi prioritas untuk diterapkan dalam industri batik nasional,” paparnya.(*)