Tingkatkan Perlindungan Konsumen, Kemendag Dorong Peran JLPPI

Tingkatkan Perlindungan Konsumen, Kemendag Dorong Peran JLPPI
ilustrasi

Diposkan: 19 Nov 2019 Dibaca: 412 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA –  Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (JLPPI) harus menjadi garda terdepan dalam menjamin keamanan dan mutu produk sesuai persyaratan yang ditetapkan. Karenanya, pemerintah akan memperkuat perannya, guna mendukung peningkatan perlindungan konsumen dan kualitas produk pangan.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono,  dilansir laman resmi Kemendag,Selasa (19/11/2019).

“Arus globalisasi membuat peningkatan perdagangan barang dan jasa ke dalam negeri sehingga berdampak pada meningkatnya peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan dan membahayakan konsumen. Kami yakin JLPPI dapat mengambil peran besar dalam mengatasi permasalahan tersebut. Selain itu, Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI) dan laboratorium subjejaringnya harus menjadi garda terdepan dalam menjamin keamanan dan mutu
produk sesuai persyaratan yang ditetapkan,” ujar Veri dalam Seminar JLPPI di Jakarta.

Menurut Veri, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat peran laboratorium pengujian pangan dalam mendukung peningkatan perlindungan konsumen dan kualitas produk pangan di tengah arus globalisasi.

Veri menjelaskan, tren perdagangan pangan global saat ini sangat diwarnai peningkatan regulasi isu keamanan, kesehatan, dan keselamatan konsumen. Hal ini terutama diterapkan negara maju seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat sehingga dapat menghambat pelaku usaha Indonesia menembus dan memperluas pasar ke sana.

Keadaan ini antara lain diindikasikan banyaknya
notifikasi yang diterima Indonesia untuk produk pangan yang diekspor ke kedua negara tersebut. Data European Commission Rapid Alert System for Food and Feed (EU RASFF) pada 3 tahun terakhir menunjukkan Indonesia menerima 67 notifikasi dari Uni Eropa, terutama produk
perikanan dan pala. Sementara dalam US Food and Drug Administration (USFDA) periode 2017 hingga
2019, terdapat 39 notifikasi.

Selain itu, banyak perusahaan Indonesia yang masih masuk dalam daftar merah USFDA karena belum dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan. “JLPPI harus dapat mengambil peran besar menurunkan hambatan teknis ekspor produk pangan nasional. Laboratorium uji di Indonesia dapat melakukan saling pengakuan dengan laboratorium di negara tujuan ekspor. Dengan demikian tidak perlu ada pengujian ulang. Hal ini menjadi
tantangan bagi JLPPI dan laboratorium rujukan di Indonesia untuk terus memperluas perannya
dalam meningkatkan kemampuan ujinya,” tegas Veri.


Veri juga menyampaikan bahwa selama menjadi pengurus JLPPI periode 2018--2020, Kemendag telah menjalankan beberapa program, antara lain menyelenggarakan seminar JLPPI pada 2018 dan 2019 dengan mengangkat isu-isu pangan yang sedang berkembang, baik di tingkat nasional
maupun internasional; memonitor dan mengevaluasi sepuluh LRPPI; serta meningkatkan kompetensi subjejaring laboratorium pengujian pangan melalui pelatihan, uji profisiensi, dan FGD.


 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2021. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved