Tinggalkan Pekerjaan Demi Keluarga, Dina Lirik Peluang Bisnis dari Kefir

Tinggalkan Pekerjaan Demi Keluarga, Dina Lirik Peluang Bisnis dari Kefir

Diposkan: 22 May 2018 Dibaca: 630 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Ingin dekat dengan keluarga menjadi alasan bagi Dina memilih resign dari pekerjaannya sebagai pegawai salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tahun 2010 silam. Beragam usaha dilakoninya untuk tetap bisa memiliki penghasilan meski berada di rumah. Terakhir, di tahun 2016, Dina menekuni peluang usaha kefir dengan beragam produk termasuk kosmetik produksi rumahan.

Kefir merupakan minuman yang terbuat dari susu dengan proses fermentasi dari daerah Kaukasus.  Dina Pemilik Usaha Gempal ini, menggunakan bahan baku kefir,  Kefir ini membuat beragam produk seperti masker, lulur, samphoo, hand and body, susu kefir sapi, susu kefir kambing, body wash, toner, face serum dan lainnya.

Dina, Selasa (22/5/2018), setelah memilih resign dan meninggalkan jabatannya sebagai Kepala Cabang salah satu bank, dia memulai usaha dengan memanfaatkan uang pesangon yang diperolehnya. Berawal dari usaha butik, namun dalam perjalanan bisnis ini, ternyata dia tetap saja memiliki aktivitas yang padat diluar rumah.

Sama seperti masih bekerja di bank, karena saat itu dia membeli barang dagangannya dari luar kota seperti Jakarta bahkan sampai ke Thailand. Sehingga usahanya ini, kurang mendapat dukungan dari suaminya. Dari sini, kemudian Dina beralih dengan membuka usaha kafe di Jalan Jawa kawasan Kapten Muslim Medan. Namun, bisnis yang satu ini meski mendapatkan respon yang bagus dari pasar, tidak berjalan lama. “Sebenarnya, kafe sudah jalan juga, tapi karena kebakaran. Tetangga tidak lagi memberikan izin, membuka usaha kafe,”ujarnya.

Hingga akhirnya, dia mulai berpikir untuk membuat usaha yang bisa dilakukan dari rumah tapi bukan dalam bentuk cepat saji, dan akhirnya menemukan kefir di tahun 2016 silam. Dalam memulai usaha ini, Dina mengaku belajar khusus untuk membuat bibit kefir yang baik dan benar sesuai dengan prosedural yang tepat di Bandung. Dia tidak ingin seperti pengusaha kefir lainnya
yang hanya belajar dari googling dan youtube.

“Saya belajar selama enam bulan di Bandung,”ujar Dina, dan dari sini, dia melakukan try and error selama satu bulan untuk mendapatkan membuat produk kefir  yang layak untuk dipasarkan. Anggota Komunitas Kefir Indonesia ini menuturkan tiga bulan merintis bisnis, sudah memiliki sejumlah reseller. Selain memberdayakan reseller, Dina juga intens mengikuti bazaar untuk memperkenalkan aneka produk kosmetik dengan bahan baku kefir ini kepada khalayak ramai.

“Alhamdulillah, reseller sudah banyak. Dan sekarang tetap punya usaha tapi bukan dalam bentuk makanan siap saji seperti sebelumnya, kita lebih ke frozen food dan aneka keripik,”ujarnya. Aneka produk kefir ini, sebutnya membidik semua kalangan usia, termasuk anak-anak hingga lanjut usia. Ini disebabkan produk tersebut seluruhnya menggunakan bahan-bahan alami. Usaha yang setiap bulannya mampu meraup omzet hingga puluhan juta ini, ternyata banyak diminati. Tidak hanya di Kota Medan, aneka produk ini juga diorder konsumen dari Aceh hingga Papua bahkan luar negeri (UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2021. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved