Tim Pemantau Harga Pangan Sumut: Ada Tren Penurunan Harga Komoditas Pangan
Diposkan: 24 Sep 2018 Dibaca: 1255 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Sejumlah komoditas pangan belakangan disebut menunjukan tren penurunan harga. Hal itu, terpantau dari harga pangan di Pasar Tradisional di Kota Medan, yang dilakukan Tim Pemantau Harga Pangan Sumut.
"Komoditas bawang masih berada di kisaran Rp18 ribuan perkilogram. Baik itu bawang merah maupun bawang putih. Sejumlah kebutuhan masyarakat lainnya yang mengalami penurunan adalah harga daging ayam. Di mana Harga daging ayam turun di kisaran Rp 24 ribuan perkilogram," kata Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, Senin (24/9/2018).
Gunawan mengatakan, harga daging ayam biasanya dijual di kisaran harga Rp 27 ribuan per kilogram. Melemahnya harga daging ayam ini, masih dipicu permintaan masyarakat .
"Kemudian, penurunan harga daging ayam tersebut bersamaan dengan turunnya harga telur ayam. Di mana harga telur ayam juga anjlok di kisaran Rp 22 ribu per kilogram atau mengalami penurunan sebesar Rp 200 per butir," tutur Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).
Sedangkan untuk harga cabai sebut Gunawan sejauh ini masih bertahan mahal dikisaran Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Harga cabai merah mengalami kenaikan yang cukup besar setelah musim penghujan yang melanda wilayah Sumatera Utara.
"Harga cabai merah sejauh ini masih bertahan mahal. Sementara itu, hal yang sama juga terjadi pada harga cabai rawit. Dimana cabai rawit ini harganya bertahan mahal kisaran Rp 40 ribuan perkilogram," sebut Gunawan.
Dengan itu, dia optimis laju tekanan inflasi masih akan terkendali. Harga cabai merah sangat berpeluang menjadi penyumbang inflasi. Sementara itu, komoditas bawang akan memberikan sumbangan penurunan harga atau deflasi.
"Sama halnya juga dengan harga daging ayam. Melihat besarannya, potensi deflasi akan terjadi sebesar -0,1 persen, sementara inflasi tidak lebih dari 0,2 persen sejauh ini. Meski demikian masih ada sejumlah hari lagi hingga menjelang penutupan akhir bulan September, lantaran harga-harga masih berpeluang untuk berfluktuasi," pungkasnya.(UKM05)