Tiket dan Bagasi Mahal, PHRI Sumut Klaim Kunjungan Wisatawan di Medan Bakal Turun Drastis
Diposkan: 12 Feb 2019 Dibaca: 827 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Sejak harga tiket dan bagasi mengalami kenaikan, minat masyarakat untuk berpelesiran berwisata ke tempat-tempat wisata lokal melemah.
Imbasnya tingkat kunjungan wisata di Sumatera Utara khusunya Kota Medan menjadi menurun. Bahkan jika mahalnya harga tiket dan bagasi ini terus berlanjut, hal terparah bukan hanya okupansi hotel yang menurun tetapi kunjungan wisatawan ke Kota Medan tidak akan ada.
Hal tersebut dikatakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara, Deni S Wardhana kepada wartawan pada Selasa (12/2/2019).
Deni S Wardhana yang akrab disapa Deni ini mengatakan Penurunan okupansi hotel saat ini sudahengalami penurunan drastis yakni sampai 20% sampai 30%. Imbas tiket dan bagasi mahal di Medan akan terjadi berpengaruh hebat pada kunjugan wisata dan saya pastikan pusat oleh -oleh juga mengalami penurunan omset,"ungkapnya.
Selain itu, pengaruhnya akan sangat dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yaitu menjadi drop. Pedagang yang supplier nya ke hotel juga menurun, Jadi diklaimnya akan banyak efeknya.
Memang dikatakanya, untuk kunjungan hotel sampai saat ini berdasarkan trend masih belum naik, diprediksi akan naik pada Maret nanti. Namun jika mahalnya harga tiket dan bagasi ini terus berlanjut, dikatakanya hal terparah adalah akan terjadi adalah wisatawan tidak akan ada lagi datang ke Kota Medan.
"Sekarang orang kan jadi mikirkan untuk keluar kota atau keluar negeri," katanya.
Selai itu, target pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara dipastikan juga tidak akan tercapai. Padahal ini merupakan program nasional.
"Saya khawatir dengan Kota Medan dengan kondisi saat ini, Tapi kalau untuk Sumatera Utara karena masih berbenah, kita masih menunggu dan membantu Sumber Daya Manusianya didaerah danau Toba. Tapi untuk di Medannya sendiri, yang saya khawatirkan untuk yang program Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) itu tidak berjalan. Yang mana Kota Medan merupakan 10 Kota pengembangan kota destinasi MICE," ucap Deni lagi.
Ia mencontohkan Misalnya ada dari kementerian buat acara di Medan. Baik itu program sosialisasi atau lainnya. Bisa jadi dialihkan ketempat lain karena tiket mahal.
Diharapkannya semoga kondisi ini pulih, karena pihaknya bersama dengan PHRI pusat sudah menjumpai Bapak Presiden Jokowi terkait persoalan ini. Dan orang no satu di Indonesia ini menyatakan akan meminta Pertamina menurunkan avtur atau hapus monopoli Pertamina sebagai satu-satunya yang menjual avtur.
"Kami baru saja melakukan rakornas dan menyampaikan keluhan dengan presiden dan diputuskan opsi turunkan harga avtur atau hapus monopoli Pertamina sebagai satu-satunya yang menjual avtur dan Dirut Pertamina akan dipanggil untuk dimintai keterangannya terhadap harga avtur," tandasnya. (UKM06)