Tembus Pasar Ekspor, Kementan Lepas Komoditas Pertanian Olahan Senilai Rp 2,98M

Tembus Pasar Ekspor, Kementan Lepas Komoditas Pertanian Olahan Senilai Rp 2,98M

Diposkan: 17 Jul 2019 Dibaca: 1132 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, SURABAYA- Kementerian Pertanian diwakili Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, melepas Rp. 2,98 M komoditas pertanian olahan asal Jawa Timur (16/7/2019).

Komoditas tersebut terdiri dari 23,52 ton singkong beku dengan nilai ekspor Rp 320 juta tujuan Inggris, kemudian  15,12 ton porang chips senilai Rp 365 juta tujuan Tiongkok selanjutnya, 302,4 ton minyak goreng beku (shortening) senilai Rp2 miliar serta 5,17 ton kopi olahan senilai Rp 229 juta tujuan Saudi Arabia dan 200 kg bakso senilai Rp 64 juta tujuan Hongkong.

"Kami mendorong para eksportir agar tidak lagi mengekspor komoditas mentah ke luar negeri. Olah dahulu minimal menjadi barang setengah jadi agar komoditas pertanian tersebut memiliki nilai tambah, " ujar Jamil saat melepas ekspor di kantor Karantina Pertanian Surabaya.

Jamil menjelaskan lima komoditas ekspor hari ini sudah mengalami proses pengolahan, sehingga memiliki daya simpan lebih lama yang berdampak pada naiknya nilai tambah komoditas tersebut  sehingga dapat tembus pasar ekspor.

Harga porang segar dipasar menurut situs harga.web.id Rp4.000 per kg nya, namun setelah dilakukan proses pengolahan pengeringan porang chips memiliki nilai ekspor Rp14.000/kg. Begitu juga dengan singkong segar yang awalnya hanya memiliki harga jual Rp1.750/kg, setelah diolah menjadi singkong beku memiliki daya tembus ekspor dengan harga yang meningkat menjadi Rp13.500/kg.

"Seperti inilah contoh terobosan ekspor yang kami harapkan, kita tidak mengekspor komoditas mentah lagi, tapi ekspor komoditas yang telah di olah tentu mendatangkan nilai tambah yang lebih tinggi," tambah Jamil.

Menurut Jamil, ini merupakan salah satu implementasi strategi percepatan ekspor yang dicanangkan Kementerian Pertanian yaitu mendorong ekspor komoditas olahan dan menambah diversifikasi komoditas. Selain strategi lainnya yaitu: meningkatkan volume ekspor dan membuka akses pasar negara baru.

Strategi tersebut diwujudkan dalam terobosan dan inovasi Barantan berupa tindakan pemeriksaan karantina di gudang pemilik, inline inspection agar proses bisnis ekspor lebih terjamin juga lebih cepat; memberikan layanan prioritas bagi pelaku eksportir yang patuh karantina ; memperluas akses pasar melalui protokol karantina, manajement risk analysis (MRA), kerja sama bilateral dan multilateral lainnya.

Selanjutnya Barantan juga telah menerapkan sertifikat elektronik, e-Cert ke negara tujuan ekspor yang telah memiliki kesiapan sistem ini. “Dengan e-cert kita akan mengetahui apakah produk yang dieskpor dijamin diterima atau tidak sebelum komoditas eskpor tiba” jelasnya.

Awalnya tidak ada yang menduga bahwa singkong dan porang dua komoditas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat umum mempunyai nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati luar negeri. (*/pertanian) 

 

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved