Tekuni Usaha Kue Kering, Mimie Juga Lebarkan Sayap dengan Membuka Pelatihan Memasak

 Tekuni Usaha Kue Kering, Mimie Juga Lebarkan Sayap dengan Membuka Pelatihan Memasak

Diposkan: 10 Aug 2019 Dibaca: 1069 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Kue kering atau cookies kerap menjadi salah satu hidangan yang wajib disajikan di meja ruang tamu atau keluarga saat hari raya perayaan atau acara tertentu, seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, arisan atau sekadar kumpul bersama teman-teman di rumah.

Sehingga, banyak orang yang memanfaatkan peluang usaha kue kering ini.

Seperti halnya yang dilakukan pengusaha kue kering yang satu ini, Mimie. Dia memulai usaha kue kering karena sangat suka memasak, shingga  tahun 2012 ia memulai usaha kue kering.

Awalnya ia hanya memasarkan dari mulut ke mulut, lalu dengan media online. Dan banyak yang suka dengan kue kering buatannya. Kemudian usahanya terus berkembang, dia pun melihat potensi memasak di kalangan tetangganya. Ia pun membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

"Tetangga saya tak punya pekerjaan, jadi dari tahun 2013, saya sudah membuka PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sehingga ibu-ibu dapat keterampilan, kita juga buka PAUD dan bermacam-macam kegiatan kita buat dan teryata ada seorang ibu yang memang membutuhkan pekerjaan lalu kita angkat sebagai pengurus dan masak kue," ujar
Mimie.

Diakuinya, dengan inovasi, belajar dan modal Rp 50 juta, Mimie mampu membuka usaha kue ini.

"Modal usaha untuk awal, sekitar Rp50 juta hanya modal tepung dan kue, tapi untuk alatnya kita sudah beli, kayak ovennya, mixer, dan kita masih manual. Kebetulan kami tidak pakai oven listrik supaya kue kita tahan lama. Kue kita tahan sampai enam bulan, kalau kita pakai oven listrik kurang tahan lama," ucapnya.

Mimie mengatakan lagi pihaknya menghadirkan lebih kurang 17 jenis kue diantaranya nastar, cornflakes, kacang, emping, kue bangkit, semprit, dan lain-lain. Dan Harga kue-kue kering miliknya ini  mulai dari Rp100 ribu perkilogram dan harga ditentukan jenis kuenya.

"Harga mulai dari Rp100 ribu , jadi ada teman-teman yang bisa jadi reseller menjual Rp 140 ribu. Saya senang bila mereka mau jadi reseller, dan kita yang buat kuenya. Jadi saya bisa memperkerjakan tetangga-tetangga saya. Kita bisa membantu masyarakat sekitar itu yang membuat saya mempunyai kepuasan batin. Saya ingin membantu orang-orang yang ada di sekitar kita dengan kegiatan yang bermanfaat," jelasnya.

Dalam hal pemasaran, kata Mimie, ia memanfaatkan relasi dan media sosial. Selain Kota Medan, pemasaran kue juga sampai ke Jakarta, Aceh, Pekanbaru. Dengan bahan-bahan kue berkualitas, ia yakin bisnis kue ini tetap eksis dan bertahan.

Keistimewaan kue miliknya itu, adalah dibuat dari bahan-bahan berkualitas dan bahkan ia tidak menggunakan pengembangan. Padahal pada umumnya kue kering hampir rata-rata menggunakan pengembang.

"Kue kita menggunakan bahan-bahan berkualitas, kue kita tidak pakai pengembang jadi memang kita buat bahan bahan yang bagus. Bisnis kue kalau pandangan saya kedepan menjanjikan, tiap tahun omzet penjualan bertambah," tandasnya.

Mimi berharap, usahanya ini dapat terus berkembang bukan hanya usaha kue kering tetapi juga pelatihan membuat kue keringnya juga terus maju dan dapat menghasilkan pengusaha-pengusaha kue kering yang inovatif. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved