Tata Meraup Untung dari Hobi Mengulik Resep

Tata Meraup Untung dari Hobi Mengulik Resep

Diposkan: 09 Nov 2018 Dibaca: 967 kali


UKMKOTAMEDAN. COM, MEDAN-Ala bisa karena terbiasa. Ini yang membuat Masyitah semakin tertarik dengan bisnis kuliner. Bahkan menjadikannya sebagai bisnis dengan prospek menjanjikan.

Masyitah yang akrab disapa Tata ini mengaku memiliki hobi mengulik resep. Baginya, satu resep itu bisa dimodifikasi dan diinovasikan hingga beberapa menu yang awalnya biasa menjadi kekinian.

Sebenarnya, aku awalnya terjun ke bisnis kuliner  karena keterpaksaan. Sebab orangtunya, memiliki bisnis catering wedding.

“Awalnya kuliner itu terpaksa. Karena ikut orangtua. Orangtua itu,  punya usaha catering wedding. Jadi  anaknya bagi-bagi tugasnya, dan kebetulan saya dapat tugas tukang belanja untuk setiap catering weding,”ujarnya, Jumat (9/11/2018).

Dari sini, dia mengaku semakin terbiasa dan asyik dengan kuliner. Bahkan menjadi senang masak. Bahkan tidak jarang, Tata belajar otodidak dari google, dan mencoba resep, kemudian hasilnya dibagi-bagikan kepada teman-temannya. “Coba-coba resep kasih teman, mereka bilang enak. Kemudian coba dijual, alhamdulillah laku,”ujarnya.

Tata yang mengaku kembali dari Perantauan di tahun 2002, membuka usaha lontong malam di Belawan.  Usaha ini hanya bertahan sekira dua tahun, sebab dia tergiur untuk bekerja.

“Tapi emang dasar jiwanya memang berdagang ya kuliner, adek yang paling kecil itu belum ada kegiatan pas tahun 2004. Dia minta dibantu untuk buka usaha. Jadi kita buka usaha burger waktu itu, dan lagi booming juga. Alhamdulillah bertahan selama 2 tahun. Setelah 2 tahun, adek dapat kerjaan, akhirnya tutup,”tuturnya.

Kemudian sambung Tata setelah lelah dan bosan bekerja, sekira tahun 2008, memilih resign dan kembali berusaha. Kemudian setelah menikah di tahun 2009, Tata pindah ke Jakarta, dan kembali ke Medan sekira tahun 2010, kembali memulai usaha kuliner.

“Itu masih berdasarkan pesanan apa aja, terakhir 2013 aku jadi reseller es krim dari Bandung,”ujarnya dan di tahun yang sama menjadi reseller kebab Frozen dari Surabaya. Produk ini dipasarkan dari Bazar ke Bazar.

Namun sambungnya, suaminya saat itu melihatnya terlalu sibuk dengan bisnis kuliner dan diminta untuk beralih ke usaha lain. “Karena suami kasihan lihat capek disuruh stop dan disuruh beralih ke fashion,”ujarnya.

Tata pun mengikuti saran suaminya. Namun, usaha fashion ini hanya bertahan sekira satu tahun. Kemudian memilih kembali ke kuliner dengan produk puding klapertart dan salad buah.

Tidak hanya itu, sambungnya, Dapur Ceta juga memproduksi kebab Frozen. “Jadi, kita tidak lagi ambil dari orang, tapi kita produksi sendiri,”ujarnya dan kebab frozen ini, dua memiliki varian masing-masing ayam kari dan lada hitam.

“Ngulik resep itu enak, satu resep itu bisa dimodifikasi, dulu kebabnya biasa aja. Sekarang saya variasikan jadi kebab khususnya varian daging ayam dengan ayam kari di lada hitam,”imbuhnya. (UKM01)

 

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved