Tak Punya Rumah Singgah Alasan Pemko Medan Tak Maksimal Tangani Gepeng dan Anjal
Diposkan: 16 Feb 2019 Dibaca: 734 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Gelandangan dan pengemis (gepeng) dan Anak Jalanan (anjal) di Kota Medan kian hari semakin marak di Kota Medan.
Mereka menempati dan beraktivitas di persimpangan-persimpangan jalan raya dan juga sebagian menjadi pengemis memasuki ruang publik seperti restoran, kafe bahkan banyak juga yang melakoni sebagai pengamen.
Namun sayangnya, tampaknya Pemko Medan melalui Dinas Sosial belum bisa menangani mereka dengan alasan klasik yaitu karena Kota Medan tidak memiliki rumah singgah.
"Penanggulangan gepeng dan anak jalanan di Medan secara rutin kita lakukan. Hampir setiap hari kita lakukan. Kita ada hambatannya. Setelah kita tangani kita melakukan identifikasi latar belakang dan statusnya. Bagi yang memiliki kelurga kita lacak keberadaan keluarga dan memulangkannya kepada kepada keluarga. Tetapi jika tidak ada kita titip dipanti rehab provinsi diantaranya yang hanya ada di Siantar, Binjai, kisaran, Balige dan Sibolga," ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Lubis, Jumat (15/2/2019).
Namun diakui. karena pihaknya tidak tau SOP dari rumah singgah provinsi ini, akhirnya gepeng dan anjal yang belum lama dibayarkan untuk dibina lantas dikeluarkan kembali.
"Jadi memang supaya efektif kita harus membuat rumah perlindungan di Kota Medan, desain sudah kita buat tinggal implementasinya. Dan saat ini juga sedang dilakukan perhitungan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Medan (Perkim)," paparnya.
Lebih lanjut, Endar Lubis menyatakan rencananya rumah perlindungan untuk menampung anak jalanan dan gepeng itu akan dibangun di lahan Jalan Sidomulyo Medan Tuntungan. Dan anggaranya sudah ditampung di APBD 2019. Namun karena besarannya cukup banyak ditegaskannya sampai Rp40 miliar sehingga anggarannya akan bertahap.
Kendati demikian, untuk mengantisipasi maraknya anak punk, anjal, gepeng, tahun ini akan dilakukan pelatihan keterampilan. Dan ia juga menyempatkan mengklarifikasi bahwa anak punk yang berkeliaran di Medan kebanyakan bukan warga Medan melainkan dari berbagai daerah yang dekat dengan Kota Medan. (UKM06)