Syafrida Kembangkan Bisnis Bakso Fahira
Diposkan: 08 May 2018 Dibaca: 1376 kali
UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN
Perkembangan tehnologi dan informasi yang semakin memudahkan dalam berwirausaha. Dimanfaatkan banyak kalangan dalam mengembangkan usahanya, termasuk dengan Rumah Bakso Fahira yang selama 25 tahun mengelola bisnisnya secara konvensional.
Syafridha pemilik usaha Rumah Bakso Fahira menyebutkan, usaha tersebut dirintis berbarengan dengan aktivitas sang ayah yang menjadi pengusaha daging sapi di PasarTradisional Petisah. Saat itu, ayahnya memotong satu ekor sapi setiap hari. Kemudian dini ibunya melihat adanya peluang usaha yang ditangkap dengan memanfaatkan dan mengolah bagian-bagian tertentu dari daging untuk dijadikan bakso. Selanjutnya, bakso tersebut dipasarkan ke langgan, seperti restoran.
Usaha seperti ini, dijalani keluarganya selama puluhan tahun. Dengan pelanggan tetapnya. Namun, seiring perjalanan waktu dan perkembangan tehnologi, Syafridha pun melihat peluang menjanjikan dari bisnis tersebut. Dia pun tidak lagi menjadikannya sebagai bisnis sambilan namun mulai menseriusinya sejak dua tahun terakhir.
“Usaha ini diturunkan, jadi sekarang ke suami yang melanjutkannya. Karena saya tidak bisa turun ke lapangan, jadi suami yang di Petisah, saya di home industrinya saja,”ujarnya.
Ini sebutnya, ditandai upayanya yang mulai memperkenalkan produk home industri tersebut melalui bazar atau pameran dan juga media sosial.“Kenapa baru sekarang?. Karena kita melanjutkan usaha keluarga, apalagi dua tahun belakangan ini, musim online, dan juga bergabung di komunitas Iwapi dan FKMI,”ujar Syafridha.
Semangat berwirausaha ini semakin menggelora, saat Syafridha bergabung dengan komunitas. Seperti Ikatan Wanita Pengusaha (Iwapi) Medan dan Forum Komunikasi Muslimah Indonesia (FKMI). “Kebetulan ada bagian UKM
dan wirausahaannya,”ujarnya.
Seiring dengan hal tersebut, Syafridha mengaku saat ini sudah mulai melengkapi perizinan baik PIRT maupun sertifikasi halal. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing daalam memperkenalkan bakso produksi rumahan ini.
Bakso produksi rumahan ini sebutnya memiliki dua varian yang dipasarkan resto, hotel, dan kafe dan catering. Dalam sehari, Shyafridha mengaku bisa memproduksi sekira 10 kg hingga 25 kg. “Ini dipasarkan selain ke langganan tetap, juga dipasarkan secara online dan door to door juga,”ujar Syafrida yang kini juga memasarkan bakso kemasaran ini mulai harga Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per kgnya. (UKM01).