Sumut-RRT Pererat Kerjasama Bisnis
Diposkan: 20 May 2018 Dibaca: 1309 kali
UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok sepakat untuk mempererat kerjasama bisnis dalam berbagai bidang. Ini sesuai dengan kesepakatan Pesiden RI Joko Widodo dan PresidenTiongkok Xi Jinping.
Wakil Gubernur Sumut Hj Nurhajizah, Sabtu malam (19/5/2018) saat menghadiri acara bidang bisnis kerjasama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Sumatera Utara , menyebutkan, hingga saat ini ada 13 perusahaan RRT yang berinvestasi di Sumut. Kedepan depan diharapkan bisa lebih banyak lagi.
Menurut Wagub, 13 perusahaan RRT itu antara lain China Harbour Engineering Co Ltd yang berinvestasi pada proyek jalan Tol Medan - Bandara Kualanamu. Kemudian Shanghai Electrick Power Construction Co Ltd yang berinvestasi pada proyek pembangkit listrik 2x150 di Kawasan Industri Medan.
Serta Guandong Power Engineering yang menanamkan modalnya di proyek pembangkit listrik Pangkalan Susu Tahap 1 2x150 MW."Kerja sama antara RRT dan Sumut diharapkan semakin meningkat sejalan dengan semakin membaiknya hubungan Indonesia dan RRT, "ujar Nurhajizah Marpaung.
Bukan hanya di sektor investasi, kerja sama Sumut - RRT juga diharapkan semakin meningkat di bidang perdagangan dan termasuk pendidikan. "Pemprov Sumut berharap dapat mempererat kerja sama 'satu sabuk satu jalur dalam program koridor ekonomi komprehensif regional ' yang sudah dijalani selama ini," ujar Wagub. Hubungan erat Sumut dan RRT yang selama ini sangat baik ditandai antara lain dengan terbentuknya provinsi bersaudara yakni Sumut dan Guandong harus ditingkatkan lagi.
Konjen RRT di Medan, Sun Ang mengatakan tahun 2018 ini merupakan peringatan ke 40 Reformasi Tiongkok. Saat ini, sebutnya perkembangan ekonomi Tiongkok berkembang pesat. Bahkan dalam tiga dekade terakhir mencapai 7,1%. Pada tahun 2017, PDRB Tiongkok sudah mencapai 82 triliun RMB. Dimana kontribusi rata-rata tahunan ekonomi Tiongkok terhadap pertumbuhan ekonomi dunia melebihi 30%.
"Hubungan RRT dan Indonesia sendiri terus membaik apalagi Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden RI Joko Widodo terus berupaya menumbuhkan kerja sama yang baik dalam segala bidang,"katanya. Disebutkannya, selama tujuh tahun berturut- turut Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Pada kuartal I 2018. volume perdagangan bilateral meningkat 28% menyusul Tiongkok tercatat menjadi sumber investasi asing utama di Indonesia.
Sun Ang menegaskan, sejalan dengan peningkatan hubungan baik Indonesia dan Tiongkok, maka Sumut juga menjadi salah satu daerah yang dianggap penting untuk menjalin kerja sama yang baik dalam segala bidang.