Suami Hobi Makan, Alasan Yesi Elida Natalia Buka Usaha Kafe
Diposkan: 21 Oct 2019 Dibaca: 1301 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Banyak saja alasan pengusaha mengawali bisnisnya, mulai karena ingin menambah penghasilan hingga karena hobi masak. Seperti pengakuan Owner Rey Kafe, Yesi Elida Natalia (35) warga Medan Tembung ini.
Ia memulai usaha di bidang kuliner dikarenakan ingin menyenangkan suaminya yang suka makan dan nongkrong. Padahal diakuinya, selama ini ia tidak ada basic di bidang kuliner.
Sebenarnya sebelumnya ia sudah ada usaha tetapi tidak bergerak di bidang kuliner melainkan rental mobil, papan bunga dan juga salon untuk pria. Sampai pada akhirnya berkecimpung dibidang kuliner, wanita lulusan jurusan akuntansi di salah satu Universitas swasta di Medan ini mengatakan dikarenakan suaminya yang suka makan dan nongkrong.
"Awal saya buka usaha ini dikarenakan suami saya suka makan dan nongkrong sehingga saya berpikir untuk membangun usaha kuliner," ungkapnya.
Lalu, ia memilih lokasi di jalan Tuamang Kecamatan Medan Tembung, ia menyulap lahan kosong menjadi sebuah kafe yang lengkap fasilitas. Diakuinya ia mendesain sendiri konsep kafenya dan kemudian dikerjakan oleh ahlinya.
Konsep Rey Kafe ini adalah terdiri dari beberapa konsep, klasik, vintage, retro, dan juga minimalis dan kekikinian. Ia sengaja menyatukan beragam konsep agar masuk pada semua kalangan.
Untuk menjadi tempat yang dipilih masyarakat, ia mengaku membangun usaha ini tidak tanggung-tanggung. Hampir semua fasilitas yang disuka masyarakat ia hadirkan di kafenya. Mislanya makanan yang enak, live musik, karaoke, juga dilengkapi WiFi.
"Kita tidak tanggung-tanggung buat usaha ini, saya menginginkan memberikan yang terbaik bagi konsumen kita, jadi disini cukup lengkap fasilitasnya," ucapnya.
Untuk harga standar hanya Rp30 ribuan kebawah untuk semua jenis makanan.
Ditengah pertumbuhan usaha kafe di Medan yang cukup tinggi, wanita kelahiran Bengkulu ini mengaku tidak takut karena ditegaskanya, kuncinya adalah memberikan yang terbaik kepada konsumen. "Yang terpenting adalah memberikan yang terbaik bagi konsumen, jadi kalau kita lurus aja maka akan memperoleh yang terbaik sehingga kita percaya diri saja (Pede)," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, usahanya ini sudah berjalan 1 tahun, ia mengaku mengikuti semua prosesnya, bahkan diakuinya, pertumbuhan terus terlihat dan ia tidak memungkiri bahwa pertumbuhanan ini berkat semua pihak yang terlibat.
"Pertumbuhannya seperti anak bayi yang dilahirkan, merangkak dan belajar berjalan dan mudah-mudahan tumbuh dewasa," harapnya.
Untuk menu, ia pilih menu yang disesuaikan lidah orang Sumatera. Dan ia juga menghadirkan menu-menu yang kerap dirindukan oleh anak-anak kos.
"Menu di sini itu ada beberapa menu khas Nusantara, ini saya hadirkan karena untuk mengobati kerinduan anak kos terhadap masakan orang tuanya di kampung halaman, jadi mereka bisa cicipi disini," ungkapnya.
Menu khas Nusantara itu diantaranya nasi ayam Andaliman, nasi ayam tuk-tuk. Dan juga ada Western food. Sejak kafe ini hadir, dalam perhari minimal 50-100 orang yang berkunjung ke Rey Kafe berkapasitas 450 kursi.
"Saya ada rencana buka cabang ditargetkannya tahun ini. Terkait lokasi masih rahasia," jelasnya.
Seperti kendala kebanyakan owner kafe lainnya yakni SDM, diakuinya iapun mengalami hal yang sama. Kesuksesan suatu usaha tempat makan seperti miliknya itu kunci terbesar juga terletak pada SDM. Sehingga ia selalu memberikan yang terbaik bagi para pekerjanya. Ia menjadikan tenaga SDM nya menjadi bahagian keluarga. "Kita ada ketika mereka membutuhkan bantuan kita, sebaliknya mereka ada ketika kita juga membutuhkan mereka," paparnya.
Impiannya kedepan terhadap Usahanya, ia ingin artis Batak terkenal dari ibukota Jakarta bisa hadir di Rey Kafe. (UKM06)