Solusi Kesenjangan Ekonomi dengan Berwirausaha
Diposkan: 24 Aug 2018 Dibaca: 979 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Berwirausaha bisa menjadi solusi kekerasan pada perempuan. Untuk itu, dunia usaha diajak untuk bersinergi untuk mengakhiri kesenjangan ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus mengurangi kekerasan pada anak dan perempuan maupun perdagangan orang.
Hal ini terungkap dalam kegiatan penguatan sinergi bagi lembaga profesi dan dunia usaha di Sumut, Jumat (24/8/2018) yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dengan menghadirkan sejumlah pembicara seperti Wakil Ketua Umum I DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Sekjen DPD IWAPI Sumut, Sri Wahyuni Nukman.
Asisten Deputi (Asdep) Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Sri Prihartini Lestari Wijayanti, menyampaikan perempuan dan anak acap kali menghadapi kekerasan diberbagai bidang. Umumnya, kekerasan yang banyak terjadi disebabkan kemiskinan.
Menurutnya, dengan memiliki penghasilan yang cukup, kekerasan ini bisa ditekan. Karena perempuan bisa menggerakkan ekonomi keluarga. Namun, hal ini tidak bisa ditangani pemerintah sepenuhnya. Oleh karenanya, untuk mencapai hal tersebut berbagai kalangan diajak bersinergi, termasuk dunia usaha dan lembaga profesi.
Wakil Ketua Umum I DPP IWAPI, Tatyana Sutara mengatakan IWAPI memiliki program yang fokus untuk mengatasi kesenjangan ekonomi. Bahkan selama ini, pihaknya selain mendorong pertumbuhan wirausaha juga mendorong bisnis untuk naik kelas. "Apa yang menjadi tugas PPPA, kita jadi eksekutornya. Dalam pelaksanaan dilapangan, kita mitra sejajar di pemerintahan. Semua yang dilakukan IWAPI pasti fokus pada pemberdayaan perempuan, dengan berbagai pelatihan yang dilakukan bidang wirausaha,”ujar Tatyana.
Tidak hanya memberikan pelatihan, IWAPI juga membantu pelaku usaha dalam mengakses permodalan. “Banyak Lembaga yang bisa kasih pinjaman dengan bunga kecil,"ujarnya seraya menambahkan IWAPI sejak lama sudah konsisten, dan saat ini memiliki 30 ribu anggota yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia dan hal tersebut menjadi salah satu kekuataan terbesar.
Dia optimis menjadi wirausaha akan dapat menekan dan mencegah kekerasan perempuan. Sebab dengan menggerakkan dunia usaha akan menguatkan dan mengatasi kesenjangan ekonomi. Oleh karenanya, pihaknya mendorong sebanyak-banyaknya pertumbuhan wirausaha baru.
Sekjen DPD IWAPI Sumut, Sri Wahyuni Nukman dalam kesempatan tersebut menambahkan di Sumut, pihaknya selain meneruskan program kegiatan dari Pusat untuk pengembangan usaha perempuan, juga merangkul IWAPI Kabupaten/Kota. Dengan harapan hal ini bisa meningkatkan pendapatan perempuan.
Pengurus IWAPI lainnya, Revita Lubis menambahkan IWAPI berusaha untuk mengakhiri kesenjangan ekonomi perempuan. Dengan fokus, menciptakan industri rumahan, dan memberikan pelatihan dan permodalan. Serta memfasilitasi bagaimana untuk mengakses kredit Usaha Rakyat. (rel/UKM01)