Snack Dapur Reuni Antarkan Uci Jadi Bagian THAIFEX-World of Food Asia

Snack Dapur Reuni Antarkan Uci Jadi Bagian THAIFEX-World of Food Asia
Uci bersama menanti Presiden Jokowi, Bobby Nasution

Diposkan: 12 Sep 2018 Dibaca: 1108 kali


 

UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Mungkin Ir SrinSusiani (53 tahun) tidak pernah menyangka, usaha aneka cemilan atau snack berlabel "Dapur Reuni" menjadi satu dari 25 perwakilan industri makanan dan minuman Indonesia yang dipamerkan di kawasan Asia lainnya di event Thaifex-World of Food Asia 2012 di Bangkok, Thailand.

Sebagai industri rumahan atau home industry yang baru tiga tahun digeluti perempuan yang biasa disapa Uci tersebut mengaku masih dalam tahap berkembang. Apa lagi saat itu, produk yang dia produksi belum beragam seperti saat ini.

Kepada ukmkotamedan.com, ibu dua anak itu menceritakan pengalaman yang dia nilai sangat berharga tersebut. Sedang berada di Pasar Petisah Medan, dia dihubungi seseorang yang mengaku dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Sumut.

"Saya ditelepon, disuruh datang ke Hotel Asean. Sampai di sana saya bertemu dengan orang dari Kementerian Perindustrian. Saya ditanya usaha apa. Lalu saya terangkan lah soal Dapur Reuni. Ada sekitar 1,5 jam saya di hotel itu. Yang tanya-tanya saya itu kebetulan seorang perempuan. Dia minta izin untuk mampir ke rumah. Dia datang dan lihat tempat produksi produk kami," ucapnya.

Sejak kedatangan pihak Kementerian Perindustrian itu, Istri dari Irfanuddin Pulungan (54 tahun) belum mengetahui apa yang sedang terjadi. Namun sebulan berselang, dia mendapatkan sepucuk surat yang menyebutkan dia menjadi satu dari 25 perwakilan industri Indonesia untuk jadi perwakilan Indonesia di ajang THAIFEX-World of Food Asia 2012.

Mendapat kabar itu, dia yang tak menyangka plus belum sepenuhnya percaya, mendatangi kantor Dinas Perindustrian Sumut mempertanyakan keabsahan surat tersebut. "Penasaran saya lapor ke Perindustrian Sumut. (Surat itu) Betul katanya," beber alumni Teknik Industri Universitas Darma Agung tersebut.

Sri selanjutnya ditanya kesediaannya mengikuti event tersebut dan harus berangkat ke Bangkok Thailand sepekan berselang. "Tiga hari setelah dapat surat saya malamnya ditelpon lagi. Saya putuskan berangkat. Besok paginya orang tua saya meninggal setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Dan hari keempat pasca orang tua saya meninggal saya pun berangkat ke Bangkok dengan perasaan campur-aduk," papar Uci.

Kendati masih berduka, event internasional tersebut juga menjadi obat pelipur lara baginya. Namun awalnya kata dia, sempat dihantui rasa minder mengingat peserta lainnya merupakan industri raksasa dari berbagai negara. Tidak hanya peserta dari negara lain, dia juga mengaku sempat kehilangan rasa percaya diri mengingat dari Indonesia juga diwakili raksasa industri macam Sinar Mas, Indofood dan lain-lain.

"Sempat minder mau pajang produk atau tidak," ucapnya.

Namun, Dapur Reuni pula yang akhirnya mempertemukan dia dengan Prabowo Subianto yang kebetulan hadir di event tersebut. Menurut Uci, mungkin Prabowo heran ada UKM yang ikut pameran sebesar itu. Stan miliknya pun dikunjungi calon Presiden RI tersebut.

"Ketemu pak Prabowo. Dia heran kok ada UKM nyelip di antara perusahaan besar, di antara Sinarmas, Indofood, Mayora, perusahaan raksasa. Heran pak Prabowo, sampai dipeluk saya. Ditanya dari mana, saya jawab dari Medan. Beliau bilang agar saya terus semangat. Jangan takut, saya yakin ibu jadi besar, kata Prabowo," ucapnya.

Yang membuatnya semakin takjub yakni saat melihat industri milik negara lain seperti China. Jika dibandingkan dengan industri negara Tirai Bambu tersebut kata Uci, dia ibarat debu. Apa lagi jumlah peserta asal China sebanyak 58 industri.

"Jadi pelajaran, bahwa kalau kita hebat di Medan, di sana macam butir debu aja, enggak ada apa-apanya. Tapi bangga juga, gara-gara keripik saya ke Thailand ikut event internasional, mewakili Indonesia lagi," ungkapnya.

Uci menyadari, usahanya kendati masuk dalam kategori industri masih cukup banyak kekurangan. Perlahan-lahan, dia bertekad bisa membangun industri yang lebih representatif. Bermodalkan ilmu selama kuliah hingga berbagai pelatihan yang dia ikuti, Uci punya mimpi besar, membangun Dapur Reuni jadi good manufacturing practice (GMP).

"Kebetulan saya kan alumni teknik industri dan industri sudah ada walau mini. Sementara untuk manajamen dan mekanismenya sama, layout sama. Namun usaha kita sebenarnya belum memadai karena tempat produksi masih 6x13 meter. Pengemasan dan produksi belum ada ruangan tersendiri. Ke depan insya Allah kami akan benahi," pungkasnya.(UKM05)
 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved