Siti Aisyah Pasarkan Aneka Kudapan ke Sejumlah Instansi Pemerintah

Siti Aisyah Pasarkan Aneka Kudapan ke Sejumlah Instansi Pemerintah

Diposkan: 11 Oct 2019 Dibaca: 33 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Berbagai cara dilakukan oleh kaum ibu untuk membantu ekonomi keluarga. Seperti yang dilakukan oleh Siti Aisyah (43) warga Sido Rukun Gang Saudara No 36 Kelurahan Pulo Brayan Darat II Medan Timur.

Demi membantu ekonomi keluarga ia rela berjualan memasarkan produk temannya dari satu instansi pemerintah ke instansi lainnya.

"Saya mulai usaha jualan ke instansi pemerintah sudah cukup lama yaitu pada tahun 2013 lalu," jelas ibu dari 4 anak ini kepada ukmkotamedan.com pada Kamis (10/10/2019).

Diakuinya, pada tahun 2013 itu, kondisi ekonomi keluarganya sedang merosot, ia harus membantu suaminya mencari uang tambahan agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

"Saya punya beberapa teman yang punya usaha produksi makanan seperti risol, kue bawang dan kue-kue lainnya. Namun mereka tidak pandai memasarkan produknya, saya yang saat itu butuh pekerjaan langsung saya tangkap peluang itu," ungkapnya.

Iapun lalu mengumpulkan produk-produk temannya lalu membawanya ke puskesmas. Dengan wadah kantong kresek wanita berperangai ceria dan murah senyum ini setiap pagi rutin menjajakan dagangannya. Dan iapun menjadi akrab dengan sebagian pegawai. Kehadirannya tidak menjadi masalah melainkan membantu para pegawai terutama yang tidak sempat keluar kantor untuk membeli makanan.

Aisyah panggilan akrabnya ini kemudian masuk ke sejumlah instansi lain seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (disdukcapil), Polda Sumatera Utara (Poldasu) dan  Dinas Pendidikan dan juga di sejumlah Kantor Camat.

"Saya akui memang untuk jualan di instansi pemerintah itu punya tantangan juga, sebab ada sebagian kantor tidak boleh masuk, tapi karena niat kita baik, kadang-kadang ada saja yang membantu memperbolehkan saya masuk menjajakan dagangan saya," katanya.

Nah saat ini, Aisyah Asli orang Medan ini hanya menjajakan beberapa produk saja diantaranya kebab. "Kebab ini juga saya ambil dari teman, dalam satu hari maksimal 20 bungkus saja, 10 untuk pagi, 10 lagi saya jual pada siang hari," akunya.

"Alhamdulillah setiap hari habis, karena itu saya sekarang membatasi hanya beberapa kantor saja yang saya datangi, sudah tidak tercover saya lagi semuanya," ungkapnya lagi.

Kendati demikian, ia sampai ini mengaku masih semangat berjualan keliling instansi pemerintah karena kini ia sudha punya pelanggan. Dan tidak sedikit pula kerap menunggu kehadirannya.

"Kebab ini tidak mahal yaitu Rp10 ribu, pegawai-pegawai sudah bisa makan kebab untuk sarapan pagi, begitu juga makan siang, kebab bisa menjadi pengganti makan siang," katanya.


Ia berharap usahanya ini terus lancar, dan ia menyatakan tidak terfikir memiliki tempat usaha karena jualan dengan cara yang ia pilih saat ini dinilainya efektif untuk memperoleh rezeki. Dagangannya lebih cepat habis. (UKM06)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved