Simulasi OKD, Pertamina MOR I Komitmen Kurangi Risiko Pekerja

Simulasi OKD, Pertamina MOR I Komitmen Kurangi Risiko Pekerja
Suasana simulasi penanggulangan Organisasi Keadaan Darurat (OKD) Pertamina MOR I.(istimewa)

Diposkan: 28 Sep 2018 Dibaca: 1117 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I melalui Terminal BBM Medan Group bertekad mengurangi risiko kerja di kawasan kerja berisiko tinggi lewat simulasi penanggulangan Organisasi Keadaan Darurat (OKD), Jumat (28/9/2018).

Operation Head (OH), Hari Purnomo mengungkapkan simulasi OKD ini rutin dilakukan di setiap wilayah operasi, untuk memberikan edukasi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kewaspadaa pada lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi.

“Penanganan simulasi OKD ini tetap terus dilakukan di setiap lokasi kerja, untuk memberikan edukasi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kewaspadaan, mengingat lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi” ungkapnya.

Hari Purnomo juga berharap simulasi OKD ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh pekerja dan juga stakeholder yang ada di sekitar wilayah Terminal BBM Medan Group.

Simulasi penanggulangan OKD tersebut difokuskan untuk huru-hara dan kebakaran gantry bay 3 di lokasi operasi Terminal BBM Medan Group.

Simulasi dimulai dengan datangnya  ratusan massa bersama Awak Mobil Tangki (AMT) membawa spanduk dan peralatan untuk aksi protes atas perlakukan anak perusahaan Pertamina. Massa, mencoba memasuki pintu pos 2 Terminal BBM Medan Group. Namun dengan kesigapan tim pengamanan Terminal BBM Medan Group para pedemo gagal masuk ke lokasi.

Massa yang diperkirakan berjumlah 300 orang tersebut terus mencoba masuk ke Terminal BBM Medan Group, hampir 30 menit lebih para pedemo melakukan orasi dengan bermacam-macam cara menghasut Pertamina.

Saat  pengunjuk rasa sedang melakukan orasi, secara tiba-tiba petugas Health Safety Security Environment (HSSE) memberikan informasi kepada pengawas bahwa terjadi kebakaran di area gantry. Dengan alat seadaanya menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) petugas tidak mampu melakukan pemadaman yang sudah menguasai gantry bay 3.

Atas informasi tersebut, Operation Head (OH) Terminal BBM Medan Group dengan ini menyatakan untuk keadaan darurat level nol melalui pengeras suara dan meminta semua petugas untuk segera berkumpul ke Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) dalam rangka berkordinasi untuk menangani aksi unjuk rasa dan kebakaran di gantry bay 3.

Api yang terus menguasai gantry bay 3 membuat petugas HSSE mengalami luka bakar, secara cepat tim medical Pertamina melakukan evakuasi kepada korban. Namun massa yang tetap bertahan melakukan orasi mencoba secara paksa masuk, hingga terjadi aksi anarkis dorong mendorong serta melakukan pelemparan di pintu pos 2.

Petugas keamanan pun menjadi korban para pengunjuk rasa hingga harus dilarikan oleh tim medis ke ruangan medical Pertamina TBBM Medan Group, saat ini sudah dua korban dirawat oleh tim medis.(UKM05)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved