Serba Online Bikin Penjualan Buku di Lapangan Merdeka Merosot

Serba Online Bikin Penjualan Buku di Lapangan Merdeka Merosot
Pedagang buku di Lapangan Merdeka

Diposkan: 20 Mar 2019 Dibaca: 823 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Kemajuan teknologi tidak lantas membawa keberuntungan bagi pengusaha yang tetap memilih menjalankan usaha secara konvensional.

Bahkan dengan hadirnya kecanggihan-kecangggihan teknologi saat ini menimbulkan sisi negatif.

Penjual buku  misalnya sejak era digital penjualan buku baik di toko maupun di lapak penjual buku bekas sangat merasakan imbasnya. Penjualan setiap hari semakin merosot.

Salah seorang penjual buku di Lapangan Merdeka Medan, Alek, mengatakan penjualan buku terus mengalami kemerosotan. Ini terkait sejak maraknya internet. Masyarakat sudah membeli buku melalui online, selain banyak penawaran harga yang lebih murah, pembeli juga dimanjakan dengan mudahnya mencari buku yang diinginkan kan hanya tinggal mengetik judul buku yang diinginkan langsung bisa terlihat dan bisa dibeli tanpa harus keluar rumah.

"Sangat jauh merosot, zaman digital ini banyak orang udah tak beli buku lagi di toko buku tapi lewat online, jadi imbasnya dikita sepi pembeli," ungkap Alek saat menyambangi kiosnya yang terletak di lantai 2 sisi timur lapangan mereka Medan, Rabu (20/3/2019).

Alek mengaku strategi yang dilakukanya agar dapat menjual buku di kiosnya satu-satunya harus ikut serta menjual buku melalui media online seperti buka lapak, lazada dan lainnya."Saya harus mengikuti perkembangan zaman biar laku juga buku saya ini, itupun palingan laku satu atau tiga buku perhari bahkan pernah enggak ada yang beli," ujarnya.

Penurunan pembeli dikatakanya sudah 30 persen dari sebelumnya, inilah membuatnya risau. "Menjual buku di-online ini pun kita harus punya strategi seperti menjual buku buku langka yang tidak ada cetak ulangnya, nah kalau ini ada saja yang beli tapi kalau buku baru saya sudah tidak harapkan lagi," akunya.

Di pasar online ia mengaku harga buku  juga tidak  stabil. Persaingan  sangat ketat dimana para distributor bukunya dengan harga grosir sedangkan  seperti dirinya hanya bisa  menjual buku dengan harga  eceran otomatis ia tidak menjadi pilihan pembeli.

Selain  faktor teknologi, faktor lainnya yang menjadi penyebab merosotnya penjualan banyak masyarakat tidak mau lagi beli buku di Lapangan Merdeka karena faktor ketidaknyamanan. Sejauh ini sudah 7 unit kendaraan pembeli buku yang hilang di parkiran yang letaknya di bawah toko-toko buku. Meskipun diakuinya ada petugas dinas perhubungan yang menjaga lokasi parkir. Karena itu ia berharap agar mereka dikembalikan berjualan di bawah agar bisa memantau kendaraan dan memudahkan para pembeli.

Sama halnya yang dikatakan Rihat Sinaga, setiap tahun ada kemerosotan, dan diakuinya karena faktor kemajuan teknologi. "Mereka banyak belanja di Buka Lapak, Shopee,
dan Tokopedia. Harganya juga murah jauh dari harga di toko jadi banyak membeli disana," ujarnya.
Iapun mengaku sama halnya seperti yang dikatakan  Alek terpaksa mengikuti kemajuan teknologi denganenjual buku bukunya di pasar online. Memang diakuinya pembeli di pasar online ada saja.

"Agar dapat bertahan saya harus membaca moment seperti jika musim skripsi saya harus sediakan buku-buku untuk skripsi, jika musim ujian saya akan sediakan banyak kisi-kisi soal ujian dan yang berkaitan lainnnya, jadi ini dapat membantu saya," tandasnya. (UKM 06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved