Sendal Sabut Kelapa Ramah Lingkungan
Diposkan: 28 May 2018 Dibaca: 1721 kali
UKMKOTAMEDAN, MEDAN- Umumnya, sabut kelapa dibuang begitu saja, atau sebagian lainnya dijadikan sebagai bahan setengah jadi berupa cocopeat, cocofiber dan cocobristle. Namun di tangan Febri Yunarta, sabut kelapa ini justru dijadikan beragam produk unik yang bernilai ekonomis.
Mulai dari lukisan dengan bahan baku sabut kelapa, replika sabut kelapa. Bahkan teranyar, sebuah produk yang bisa digunakan alas kali berupa sendal. Dalam waktu dekat ini, Febri juga akan melaunching tas sabut kelapa. Untuk sendal sabut kelapa ini pertama kali diperkenalkan ke publik melalui event Inacraft 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) di Senayan yang digelar sejak 25 hingga 29 April lalu.
Produk yang tidak lazim, sendal sabut kelapa ini terang Febri, Senin (28/5/2018), mengusung konsep ramah lingkungan dan penghijauan (eco friendly dan go green). Setidaknya dengan memiliki sendal ini berarti telah ikut mengurangi limbah sabut kelapa. Kreasinya ini pun diharapkan bisa mendapat perhatian masyarakat Indonesia, khususnya.
“Alhamdulillah beberapa produk ini, mendapat respon yang positif,”ujar Febri. Karyanya ini pun mendapatkan dorongan untuk bisa dikembangkan dan diproduksi massal. Terlebih bahan bakunya cukup banyak. Ketua Bidang Pameran dan Kerjasama Luar Negeri Dekranas Indonesia yang juga istri Menteri Perdagangan, Peggy Lukita, juga siap untuk mendukung pemasaran produk ini agar bisa diterima di luar negeri.
Untuk sendal jelas Febri prototypenya baru dimulai Februari lalu. “Kemudian kita uji untuk ketahanan dan sebagainya, barulah berani kita launching pada april di Acara Inacraft 2018. Sedangkan tas sampai saat ini masih prototype. Inshaallah setelah sendal ini berjalan dengan baik baru lauchingkan tas sabut kelapa. Rencananya akan kita launching Juli mendatang,”ujarnya.
Aneka kreasinya, membidik pasar seperti hotel, kantor dan rumahan. Terutama kawasan wisata alam, dan juga pasar luar negeri. “Kita juga melirik pasar luar negeri, karena mereka lebih menghargai produk go green, eco friendly,”ujarnya.
Dalam jangka pendek, Febri juga menargetkan sendal sabut kelapa ini bisa menjadi pilihan masyakat untuk pakai di bulan puasa Ramadhan 1439 H dan juga Idul Fitri. Febri mengaku tidak mudah menciptakan karya ini. Apalagi, ditengah keterbatasan sumber daya manusia. Sehingga dalam satu pekan rata-rata hanya mampu memproduksi 40 pasang sendal sabut kelapa. “Produknya kita belum ready stock di toko-toko. Sebab sendal yang sudah siap selalu saja ada yang pesan melalui sosmed,”imbuhnya.
Sendal yang dipasarkan mulai harga Rp 40.000 per pasangnya ini, memiliki beberapa ukuran seperti XL, L, M dan S. Sedangkan pemasaran produk sendal sabut kelapa ini, selain mengandalkan sosmed, juga dipasarkan di gerai seperti Hub Market, Kualanamu, Pojok UKM Lubuk Pakam dan Sirup Noerlen. “Dan Inshaallah dalam beberapa waktu dekat ini akan masuk di seluruh gerai Mart 212,”ujarnya.(UKM01)
.