Sempat Goyang, Sinar Lawang Bordir Kini Tidak Pernah Sepi Orderan

Sempat Goyang, Sinar Lawang Bordir Kini Tidak Pernah Sepi Orderan

Diposkan: 12 Oct 2018 Dibaca: 1076 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Gempuran produk import dan barang dari Jawa ke Sumatera Utara, khususnya Kota Medan sekira lima tahun lalu, membuat Galery  Sinar Lawang Bordir Komputer di kawasan Gedung Arca Gang nyaris 'gulung tikar'. Namun dengan strategi serta kesigapannya mengambil keputusan, membuat usahanya kini tetap bertahan dan eksis.

Nuryadin Arif Saragih pemilik galery Sinar Lawang Bordir Komputer, Jumat (12/10/2018) menuturkan usaha bordir ini baru dirintisnya sekira tahun 2009 silam.

Itu pun sebut Arif sapaan akrab Nuryadin Arif Saragih bermula dari dukungan seorang temannya yang menawarkan investsasi mesin bordir. Saat itu Arif mengaku, masih menjadi karyawan bordir di Jalan Bromo Gang Langgar.

Berbekal pengalaman yang dimiliknya, Arif mengaku memberanikan diri menerima tawaran tersebut. Kemudian dia pun memulai usaha bordir sembari tetap bermitra dengan konveksi celana jeans tempat dia bekerja sebelumnya.

Disini Arif mengaku mengambil segmen pasar khusus, yakni kebutuhan perlengkapan sekolah seperti simbol OSIS, dan juga bordir nama siswa. Bahkan untuk simbol-simbol  OSIS, pihaknya langsung menjual ke sekolah-sekolah.

"Saya memulai bisnis ini pada tahun 2009, dari awal saya menjalani bisnis ini tidak pernah sepi orderan. Memang sempat juga goyang sekira 4 atau 5 tahun lalu,” ujarnya.

Penyebabnya, sebut Arif  karena banyaknya produk import yang masuk ke Indonesia khususnya Sumut serta gempuran barang dari Jawa. Sehingga membuat usahanya goyang. Namun hal ini tidak berlangsung lama, dengan kejeliannya dan memilih fokus dengan produk  kebutuhan perlengkapan sekolah seperti simbol OSIS, dan juga bordir nama siswa, membuatnya tetap eksis.

Setidaknya, dalam sehari, orderan yang diterima bisa mencapai 2400 lembar. Tingginya orderan terhadap bordir perlengkapan sekolah ini membuatnya harus merekrut karyawan untuk operator, gunting benang dan untuk menggunting bordiran yang diupah borongan.

“Pekerja harian lepas ini didominasi kaum ibu di sekitar tempat usaha kita," ujar Arif yang mengaku optimis  bisnis bordir ini akan terus menjanjikan, meski ditengah perkembangan teknologi saat ini.

Disisi lain, semakin ketatnya perkembangan bisnis saat ini, membuatnya harus memiliki strategi untuk bisa bersaing dengan pengusaha bordir komputer lainnya. Salah satunya dengan mengutamakan kualitas, kecepatan dan ketepatan waktu.

“Karena kalau kita lama mengerjakan orderan, konsumen bisa lari ke tempat lain. Harga, kita juga harus bersaing. Kalau bisa kita harus lebih murah dari yang lain sehingga kita tetap menjadi pilihan,"imbuhnya. (UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved