Sekian Lama Inflasi, Kini Medan Deflasi 1,92 Persen

Sekian Lama Inflasi, Kini Medan Deflasi 1,92 Persen

Diposkan: 01 Oct 2019 Dibaca: 861 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Setelah sekian lama Kota Medan mengalami deflasi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan sepanjang bulan September 2019, Kota Medan mengalami deflasi.

Deflasi itu sebesar 1,92 persen. Hal itu diungkapkan  Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi pada acara siaran resmi BPS di Kantor BPS Sumut pada Selasa (1/10/2019).

Dikatakannya,  pada bulan September 2019, seluruh kota IHK di Sumut mengalami deflasi, yaitu Sibolga sebesar 1,94 persen, Pematangsiantar sebesar 1,18 persen, Medan sebesar 1,92 persen dan Padangsidimpuan sebesar 0,95 persen. Dengan demikian, gabungan empat kota IHK di Sumut pada bulan September 2019 mengalami deflasi sebesar 1,81 persen.

"Komoditas utama penyumbang deflasi selama Bulan September 2019 di Medan, antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang merah, angkutan udara, cabai hijau, daging ayam ras, dan ketimun," ujar Syech

Ia menjelaskan perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada September 2019 secara umum menunjukan adanya penurunan, sehingga Medan dan tiga kota lainnya mengalami deflasi. Bulan September 2019, Medan deflasi sebesar 1,92 persen atau terjadi penurunan indeks dari 146,70 pada bulan Agustus 2019 menjadi 143,88 pada bulan September 2019.


"Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks sebagian kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 7,57 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen," ucapnya.

Sementara itu, kelompok yang menunjukkan peningkatan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,47 persen, kelompok sandang sebesar 0,69 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen. Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga tidak mengalami perubahan indeks.

Dijelaskannya, komoditas yang memberikan andil dalam penurunan harga pada September 2019, harga cabai merah turun 28,26 persen, harga cabai rawit turun 27,24 persen, harga bawang merah turun 17,73 persen, tarif angkutan udara turun 4,18, harga cabai rawit 14,84, harga daging ayam ras turun 2,18 persen, harga ketimun turun 20,23 persen.

Di sisi lain, komoditas yang mengalami peningkatan harga, antara lain sewa rumah, sawi hijau, mobil, kemeja panjang, katun laki-laki pemeliharaan atau service, kemeja pendek laki-laki dan emas perhiasan

"Dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera 19 kota tercatat deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,94 persen dengan IHK sebesar 144,61 dan terendah di Tanjung Pinang sebesar 0,11 persen dengan IHK 135,56," kata Syech.

Ia menambahkan dari 33 kota IHK di luar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa delapan kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Tual sebesar 0,65 persen dengan IHK sebesar 159,92 dan terendah di Watampone dan Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 134,97 dan 136,36.

"Sedangkan deflasi tertinggi di Jayapura sebesar 1,26 dengan IHK 139,79 dan terendah di Balikpapan sebesar 0,03 persen dengan IHK 141,46," tandasnya. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved