Seken Art Medan Berkreasi dengan Bubuk Teh
Diposkan: 31 May 2018 Dibaca: 1429 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Dari sekedar iseng untuk mendapatkan uang jajan tambahan, mampu menciptakan ide kreatif. Seperti Arif Rifai pemilik usaha Seken Art Medan yang memanfaatkan limbah bubuk teh menjadi beragam produk bernilai ekonomis.
Sebenarnya urai Arif, ide tersebut muncul bermuda dari kebiasaan orangtuanya yang menggunakan bubuk teh setiap pagi dan selalu terbuang. “Dari sini awal mulanya, bubuk tehnya sayang jika tidak dimanfaatkan. Kemudian muncul ide membuat celengan,”ujar Arif, Kamis (31/5/2018).
Usaha yang dirintisnya sekira diawal tahun 2015, pertama kali membuat celengan dengan bahan utama gulungan karpet yang kemudian dilukis dengan menggunakan bubuk teh. Ini pun sebenarnya, hanya iseng-iseng untuk mendapatkan tambahan uang jajan saat masih duduk dibangku kuliah.
Namun, ternyata iseng-iseng menghasilkan. Karya-karyanya mendapat respon positif dari pasar. Terlebih saat Arif mengikuti event tahunan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU).
“Semenjak saat itu saya bersemangat untuk mengembangkan lagi produk-produk saya,”ujarnya. Usaha yang awal hanya menggunakan bahan bubuk teh, berkembang dengan memanfaatkan biji kopi, bubuk kopi, batu alam, kayu dan rotan. Sehingga produk yang dihasilkan juga lebih variatif, dan konsumen bisa memilih sesuai seleranya.
Dua tahun lebih membangun bisnis, beragam karya pun dihasilkan, selain celengan, asbak rokok, bingkai foto, kotak tissu, jam dinding dan juga lukisan. Aneka karyanya ini dipasarkan bervariasi mulai Rp 25.000 hingga Rp. 600.000 dan membidik semua kalangan usia.
Dalam perjalanan, Seken Art Medan ini sempat vacum, disebabkan Arif memiliki fokus menyelesaikan kuliah. “Jadi tahun lalu, itu sempat vakum. Sekarang sudah tidak ada lagi beban kuliah. Sekarang mau difokuskan kembali membesarkan usaha,”ujar warga Jalan Ringroad ini.
Dari usaha ini, Arif mengaku ingin memperluas pemasarannya, tidak hanya di Sumatera Utara saja, namun domestik dan luar negeri. Dalam sebulan, Arif mengaku bisa menyelesaikan hingga 60 produk kerajinan.
Tantangan terberat bagi Arif dalam mengembangkan usaha ini, Arif mengaku adalah persoalan pemasaran. Terlebih warga Jalan Ringroad ini mengaku belum memiliki galery.
“Insyaallah kedepannya saya punya impian punya gelary, kita akan dibuat,”ujarnya yang mengharapkan agar pemerintah maupun lembaga terkait lebih interns mengadakan pameran-pameran yang produktif, agar produk-produk UMKM di kota Medan lebih banyak dikenal masyarakat. (UKM01)