Sekar Handycraft Berbagi Life Skill dengan Anak Rehabilitasi
Diposkan: 07 Aug 2018 Dibaca: 1328 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Banyak keterampilan yang bisa dilirik dan dikembangkan menjadi peluang usaha. Bahkan dari skill tersebut juga bisa berbagi kebermanfaatan dengan memotivasi masyarakat agar bisa berpenghasilan dan membuka usaha.
Seperti yang dilakukan Rohayati, pemilik Lembaga Pelatihan Kerajinan Tangan (LPK) Sekar Handycraft. Hobinya membuat berbagai produk kerajinan tangan (handicraft) dengan memanfaatkan bahan kain perca berupa tas dan dompet, ‘ditularkan’ bagi masyarakat luas agar memiliki keterampilan. Salah satunya dengan anak-anak rehabilitasi narkoba.
Dituturkan Rohayati, sebelum menularkan ‘virus’ life skill ini, upaya mengembangkan hobi ini diawalinya sekira empat tahun lalu. Awalnya hanya untuk berbagi keterampilan dengan ibu-ibu rumah tangga.
“Saya mikirnya gini, ingin mengajak ibu rumah tangga yang banyak diam di rumah tidak tahu mau ngapain, agar punya kegiatan,” ujarnya. Awalnya, dia mengajak sekira 10 orang ibu rumah tangga, untuk mengikuti pelatihan handicraft yang diberikannya secara gratis. "Pelatihan kita berikan gratis. Tapi bahannya belinya dari kita," imbuhnya.
Beragam produk kerajinan buatannya dipasarkan melalui bazar maupun pameran. Setahun berjalan, 10 orang ibu rumah tangga yang belajar tersebut, sudah mandiri. Bahkan kini sudah memproduksi dan memasarkan sendiri produknya.
Dari sini kemudian Rohayati mengaku sudah senang berbagi ilmu ini kemudian tergugah hatinya untuk memberikan keterampilan bagi anak-anak rehabilitasi narkoba dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan harapan, kedepan anak-anak rehabilitasi ini mandiri dan masa depannya tetap berjalan normal. Tanpa harus khawatir tidak mendapatkan pekerjaan atau sulit diterima masyarakat.
Sejauh ini Rohayati membuat beragam produk dengan bahan daur ulang limbah, seperti kain percah, koran dan lainnya. Yang dipasar melalui bazar dan pameran. Dari sini, Rohayati berharap adanya dukungan pemerintah dalam memasarkan produk anak-anak rehabilitasi narkoba. Sebab karya mereka kualitasnya juga tidak kalah dengan produk handicraft lainnya. (UKM01)