Satukan Kekuatan, Infinitive Muslimah Bangun Asa untuk Kemajuan Diri dan Orang Lain

Satukan Kekuatan, Infinitive Muslimah Bangun Asa untuk Kemajuan Diri dan Orang Lain
(Dari kanan) Ivana, Fitri Arrini, Nurasiah Siregar dan Nani Dwita) bersama rekannya yang lain saat Bazaar UKM Kota Medan 2018.(UKM05)

Diposkan: 23 Sep 2018 Dibaca: 1225 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Tidak sedikit pelaku ekonomi kreatif  yang maju dalam membangun usahanya sendirian. Namun ada pula yang memilih bersama-sama dalam mewujudkan mimpinya, together we can (bersama kita bisa).

Seperti yang dilakukan empat pelaku kerajinan rajutan yang tergabung dalam Infinitive Muslimah.

Memiliki berbagai bakat di bidang rajut-merajut dan lainnya, keempat perempuan berhijab ini bersama-sama mengembangkan diri serta memperkenalkan produk rajutannya ke masyarakat.

Fitri Arrini (38 tahun), salah seorang anggota Infinitive Muslimah sebagai salah satu peserta Bazaar UKM Kota Medan 2018 di Manhattan Time Square yang ditemui Sabtu (22/9/2018) mengatakan, penamaan Infinitive Muslimah (muslimah yang bekerja) setelah dia dan tiga rekannya memutuskan membuat sebuah wadah agar perkumpulan yang terdiri dari para perajin itu lebih bermanfaat.

"Infinitive Muslimah itu muslimah yang bekerja. Empat orang kami gabungan  perajut yang sering kumpul-kumpul. Dari pada kumpul tapi tidak ada manfaatnya, jadi kami bikin sebuah lembaga, kami buatlah dari nama kami semua," ujarnya kepada ukmkotamedan.com.

Diketuai Ivana (36 tahun), pemilik merk David Yuvanza Handmade, Nurasiah Siregar pemilik merek NY2 Handmade dan Nani Dwita, pemilik Rumah Handmade, dengan keterampilan tersebut, lembaga yang telah mengantongi akta notaris dan berdiri 15 November 2017 tersebut mulai melebarkan sayap dalam upaya memperluas pemasaran produk.

Kata Fitri, sebelumnya mereka hanya memasarkan produk lewat akun media sosial masing-masing. Namun kini, tidak lagi hanya melalui dunia maya, terdaftarnya mereka di Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan dinilai menjadi jalan menapaki kemajuan. Betul saja, belum lama bergabung, mereka langsung ditawari menjadi peserta bazaar tersebut.

Aneka produk pun ditawarkan seperti rajutan tas, mainan kunci, topi, syal, taplak meja, baju dompet, Amigurumi (rajutan berbentuk boneka) dengan menggunakan bahan dari benang nilon, katun, dan poli. "Sebelumnya, masing-masing produk kami pasarkan dari-kawan-ke-kawan dan media sosial. Lalu kami putuskan daftar di Dinkop (Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan. Diterima, lalu kami ditanya ada produknya apa tidak? Setelah kami bilang ada, kami lalu diikutsertakan di Bazaar ini," kata Fitri.

Tidak hanya produk rajutan pada umumnya, berbagai cover atau pelindung sepatu, baik untuk laki-laki dan perempuan juga tersedia di Infinitive Muslimah. Selain sepatu bisa lebih awet, cantik, nampak lebih mewah, dan tidak ketinggalan jaman.

Rata-rata, empat perempuan tersebut bisa menyelesaikan rajutan antara satu hingga sebulan dari produk yang paling kecil hingga yang besar seperti long dress atau baju dan tas. Menariknya di komunitas ini, kendati pesanan diterima salah satu dari mereka, dia bisa memberikannya kepada anggota lain jika tidak bisa mengerjakan karena ada satu dan lain hal.

"Kalau harga produk mulai dari Rp15 ribu seperti gantungan kunci ini hingga jutaan rupiah, contohnya long dress yang long lasting (tidak ketinggalan jaman)," beber perempuan single tersebut.

Untuk Fitri, keterampilan merajut sebenarnya sudah ada sejak masih kecil. Namun akhirnya, 2013 lalu dia kembali meneruskan membuat rajutan. Hanya untuk percantik rumah awalnya, namun setelah ada kerabat yang tertarik pada taplak rumah rajutannya, dia lantas menjualnya. Dia pun lanjut mencoba memasarkan produknya lewat media sosial.

Jutaan rupiah mereka dapatkan per bulan dari kreativitas tersebut, kendati saat ini masih merupakan akumulasi dari produk keempat orang tersebut. Belum ada kesepakatan bagi hasil jika salah satu produk terjual. Bagi hasil sesuai kesepakatan bersama baru terjadi di tahun kedua Infinitive Muslimah, mulai pertengahan November 2018 nanti.

Ivana yang mendampingi Fitri saat wawancara menyebutkan, mereka juga memberikan pelatihan merajut kepada ibu rumah tangga yang ingin punya kesibukan dan penghasilan sendiri. Caranya bisa datang dan mendaftar di Jalan Bromo Lorong Amal No 7 Medan.

"Ibu rumah tangga yang nggak punya kesibukan dan mau penghasilan kami ajari. Harapannya dari belajar bisa menularkan ke daerahnya sendiri. Kami akan bangga jika yang kami ajari itu bisa sukses," ucapnya.

Selain rajutan dan kursus merajut, Infinitive Muslimah juga memiliki jasa rias pengantin, dekorasi hantaran, suvenir, bekam dan totok wajah Khusus Muslimah dan menerima pesanan rajutan. Yang berminat memesan bisa ke nomor telepon Ivana di +6285277114311 dan Nurasiah Siregar +6285262346577.

Ivana menyebut, pemasaran masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi Infinitive Muslimah. "Handicraft belum terlalu ada wadah pemasarannya untuk kita. Sebenarnya ada galeri tapi harus ada naungan instansi tertentu. Mau titip Kualanamu (Bandara internasional Kualanamu) kita tidak tahu laku atau gimana, karena tidak bisa konsinyasi atau laku baru ambil duitnya. Tapi syukur kami sudah dapat kesempatan ikut bazaar dan mudah-mudahan seterusnya," harap Ivana.

Soal produk pun demikian. Ivana berharap, pengemasan produk bisa lebih dimaksimalkan namun dengan biaya yang bisa lebih ekonomis. "Misalnya harga produk Rp200 ribu, kami tidak mungkin menaikkan harga dengan tambahan packaging. Lalu kami berfikir untuk membuat produk lebih menarik, mungkin dengan story-telling (menceritakan) tentang pembuatannya, siapa yang buat dan terbuat dari apa. Perlahan-lahan akan kami benahi," ungkapnya.(UKM05)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved