Satimin Jualan Bakso Keliling selama 37 Tahun di Medan
Diposkan: 25 Jan 2019 Dibaca: 1113 kali
UKMKOTAMEDAN COM, MEDAN-Meski usia yang tidak muda lagi, Satimin (75) tetap konsisten menjalankan usahanya selama 37 tahun menjual bakso keliling di Kota Medan.
Sejatinya di usia senjanya ia harus istirahat dan menghabiskan waktu menjaga kesehatan, ternyata itu bukan pilihannya. Dengan berjualan bakso keliling justru dinilainya ia memperoleh kesehatan bagi tubuhnya.
"Saya berjualan bakso keliling ini sudah 37 tahun saya mulai di Kota Medan pada tahun 1981. Dari dulu sampai sekarang saya tetap menjual bakso dengan berkeliling menggunakan gerobak ini, saya juga merasa sehat karena setiap hari mendorong dan berjalan kaki di sepanjang kawasan Medan Area," jelas Satimin yang diakuinya lebih dikenal dengan sapaan Wak Panjang kepada UKMKOTAMEDAN.COM, kemarin di Jalan Tenis Medan.
Di sela-sela ia sedang berjualan, Satimin menceritakan bahwa awalnya ia memulai menjual bakso di Jakarta. Namun, karena di Jakarta terlalu banyak penjual bakso dan persaingan cukup ketat, 15 tahun berjualan di kota dengan ikon Tugu Monas itu ia hijrah ke Kota Medan.
Tepatnya pada tahun 1981. Ia mengaku kuliner jenis bakso pada saat itu di Kota Medan masih langka atau bahkan belum familiar. Karena itu pula, bakso Satimin yang dijual dengan sistem gerobakan keliling laku keras. Setiap hari baksonya habis terjual.
"Waktu itu penjual bakso belum terlalu banyak, jadi bakso saya banyak yang laku, tapi masa itu banyak juga preman yang memalak saya, minta bakso atau minta duit saya," ungkapnya.
Bertahan berjualan bakso dengan sistem keliling ditegaskan Satimin lebih bebas dan kebetulan ia sudah dikenal para konsumennya. Sehingga ia tidak sulit lagi menjual habis baksonya. Dan ia mengaku tidak mau berjualan di kios karena menurutnya harus membutuhkan modal yang besar.
"Saya lebih senang jualan seperti ini lebih bebas. Dan kebetulan saya sudah dikenal orang-orang di sekitar sini jadi Alhamdulillah setiap hari bakso saya habis," akunya lagi.
Bakso miliknya memang sangat enak, kuahnya yang gurih dan lemak menjadi ciri khasnya. Apalagi, baksonya juga cukup terasa campuran daging ayamnya sehingga sangat lezat di lidah. Dan kini, ia juga menyediakan rempelo dan ceker yang dipastikan semua konsumennya sangat suka.
"Dulu cuma bakso saja, tapi sekarang sudah ada ayam, ceker dan rempelo. Setiap hari 75 mangkok bisa habis, saya keliling mulai pukul 4 sore dan pulang ke rumah pukul 10 malam meskipun baksonya tidak habis," katanya.
Satimin membanderol semangkok baksonya hanya dengan bandrol Rp 12 ribu.
Hingga kini, warga jalan Gedung Arca GG Poli ini mengaku tidak ada impian yang lain selain hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. (UKM06)