Sate Padang Istimewa, Dari Gerobakan Sampai Punya Ruko
Diposkan: 29 Jul 2018 Dibaca: 1675 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Tidak banyak yang tertarik melanjutkan maupun mengembangkan bisnis keluarga. Salah satunya, Ellyza yang memilih meneruskan usaha sate yang dirintis keluarganya.
Diceritakan Ellyza, bisnis sate padang ini dirintis orangtuanya sekira tahun 1980 di daerah Kampung Lalang. Saat itu, dia masih kecil, dan orangtuanya bahkan belum fokus dengan menjual sate, karena ada banyak pilihan yang ditawarkan termasuk salah satunya mie rebus.
Awalnya sambung Liza, usaha ini hanya menggunakan gerobak keliling tepatnya sekitartahun 1980-1990 an. Kemudian sambungnya, beralih menjadi pedagang kaki lima. Seiring berjalannya waktu kebutuhan semakin bertambah dan kebutuhan Liza serta adik-adiknya semakin bertambah, orangtuanya memilih fokus pada jualan sate saja.
“Alhamdulillah kini sudah punya ruko dan punya cabang dua di Jalan Setia Budi Tanjung Sari dan Tanjung Rejo usaha ini yang menjalankan dua adik saya karena memang ini usaha keluarga sejak dari Almarhum bapak saya. Juga bisa mengantarkan kami sampai ke jenjang perkuliahan,” katanya pada UKMKOTAMEDAN.COM, Sabtu (28/7/2018).
Liza menambahkan, orang tuanya memilih brand Sate Padang Istimewa sebab di kawasan Kampung Lalang belum ada yang menjual sate dan ukurannya cukup besar. Apalagi dengan rasa kuahnya yang menjadi favorit pelanggan saat itu tepat pada tahun 2003.
“Dengan porsi besar kami menjual sate ini dengan harga Rp7.500 per porsi sementara sate yang lain masih bisa dibeli dengan harga Rp 2000-Rp 3000 per porsinya. Sebelum fokus pada usaha sate keluarga ini saya sempat menjadi guru selama 5 tahun. Karena bapak meninggal pada tahun 2017 saya sebagai anak pertama dari tiga bersaudara yang meneruskan usaha kuliner ini dan juga bersama adik-adik saya,” terang Istri Junaidi ini.
Berbagai pilihan daging yang disajikan di Sate Padang Istimewa ini mulai dari daging sapi, daging lidah, daging usus, daging ayam dan daging kambing. Namun, kini harga seporsi sate ini Rp18.000 per porsi dan bisa menghabiskan 15 kg daging per harinya dengan pendapatan omset sekitar Rp 7 juta hingga Rp 9 juta per bulannya.
“Alhamdulillah sate ini sudah lumayan dikenal orang. Sering juga ikut dalam bazar dan mendapatkan orderan untuk acara-acara keluarga seperti pesta. Dalam memasarkan sate ini, Liza rutin mempromosikan sate yang dia jual di media sosialnya baik melalui facebook dan instagram.Selain bisa pesan melalui instagram @satepadangistimewa juga bisa pesan melalui go food.
Kedepan Liza menargetkan ingin menambah cabang lagi. “Jadi jika ada yang berminat franchise juga kita layani dan dengan prosedur syar’i,” pungkasnya.(UKM03)