Sambil Dakwah, Solihin Rintis Bisnis Cemilan Taaruf
Diposkan: 02 Mar 2019 Dibaca: 1078 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Bermula dari kejenuhan menjalani rutinitas sebagai karyawan, menjadi motivasi bagi Muhammad Solihin menjadi pengusaha. Namun ada yang berbeda dengan usaha yang dirintis pemilik usaha cemilan taaruf ini, sebab konsep yang usungnya adalah berbisnis sambil berdakwah.
Dituturkan Solihin, pertama kali merintis bisnis ini tersebut sekira tiga tahun silam. Ini dimulainya dengan usaha kue bawang bermodalkan Rp 50 ribu. Usaha ini menjadi satu-satunya sumber penghasilannya setelah memutuskan resaign dari rutinitasnya. Dengan modal tersebut, Solihin mengaku mengelola usahanya dengan kemasan yang sangat sederhana.
"Awalnya, bermodalkan Rp 50 ribu. Dengan modal ini, saya berpikir bagaimana caranya agar bisa berputar menjadi Rp 150 ribu dalam satu hari. Jadi disini saya buat produk, terus saya sosialisasikan di sosial media, grup-grup whatsapp serta teman-teman terdekat," ujarnya.
Berbekal semangat dan optimisnya, di hari perdana memulai usaha targetnya tercapai. Demikian juga hari berikutnya. Pertama-tama akunya, kemasan produknya buatannya ini sangat masih polos. Kondisi berjalan hampir satu tahun lamanya.
Namun, seiring berjalannya waktu Solihin memperbaiki kemasanan produknya dari yang sangat sederhana dengan menggunakan plastik polos. Kini, cemilan dari olahan tepung dan bawang dengan racikan bumbu tradisional tersebut, dikemas dengan packaging menarik.
Dalam membangun usaha ini, Solihin mengaku tidak mudah. Terutama untuk meraup omzet Rp 4 juta hingga 7 juta per bulan. Namun baginya, setiap perjuangan akan membuahkan hasil.
Dijelaskan Solihin, pemilihan brand Taaruf ini, tidak terlepas dengan pilihannya untuk berhijrah. “Ini awalnya, kenal kata taaruf dari bahasa Arab. Jadi saya gunakan bahasa itu, yang ingin mencoba kenal, wajib taaruf. Kalau belum, coba mesti taaruf," ujarnya.
Melalui produk ini juga Solihin mengedukasi masyarakat bagaimana tata cara dan proses taaruf. Meski tidak lengkap, namun hal tersebut dinilainya akan memberikan manfaat.
Dari usaha yang dirintisnya tiga tahun silam itu, Solihin mengaku saat ini di Kota Medan memiliki 40 reseller yang rata-rata mahasiswa. Selain itu juga ada di luar kota Medan seperti Batam dan perbatasan Sumatera Utara dengan Aceh tepatnya di Aceh Tenggara.
Aneka camilan taaruf ini dipasarkan melalui bazar-bazar, kajian-kajian di masjid, aksi-aksi serta kampus. Sementara untuk harga dipatok Rp 20.000 per kemasannya. Selain itu, dia terus memperluas pemasaran sehingga cemilan ini semakin mudah didapatkan konsumen. (UKM01)