Sambal Kecombrang Gledek Inovasi Dwi Arnita Sari Banyak Peminatnya

 Sambal Kecombrang Gledek Inovasi Dwi Arnita Sari Banyak Peminatnya

Diposkan: 21 Aug 2019 Dibaca: 1280 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Dwi Arnita Sari (48) warga Villa Nirwana Garden Blok 1 no 2  Jalan Pasar ll Tanjung Sari Medan berinovasi lewat Sambal Kecombrang Gledek. Selain unik sambal ini banyak peminat.

Dikatakan Dwi Arnita Sari, Awalnya ia menjalani usaha ini dikarenakan hanya iseng. Sebelumnya ia memiliki usaha rajut namun kian hari omsetnya terus mengalami penurunan. Sehingga ia inisiatif untuk mencari ide mencari peluang lain yang dapat menghasilkan.

"Karena omset rajutan saya menurun jadi saya putar otak untuk mencari ide yang unik supaya orang cepat mengenalnya, dan timbullah ide untuk membuatuat Sambal Kecombrang Gledek  yang mana di pasaran belum ada," katanya kepada ukmkotamedan.com.

Ia tidak membutuhkan modal banyak untuk memulai usaha ini. Tetapi ia diawal langsung mempunyai pasarnya yakni teman-teman dekatnya. Dan saat teman-temanya sudah mencicipi sambal buatannya ini banyak testimoni positif dan membuatnya semakin semangat.

"Dengan modal yang minim saya buat Sambal Kecombrang Gledek, awalnya saya menjual dengan teman dekat," katanya.

Saat ia memulai usaha ini ia hanya memproduksi 1 kg saja, tetapi itupun langsung habis. Alhasil setiap hari ia harus produksi. Ciri khas sambal ini adalah sensasi pedasnya yang buat makan semakin mengundang selera.

 
"Memang awal dimasukkan mulut belum pedas setelah makin kedalam dimakan barulah keluar sensasi pedasnya. Enak itu dinikmati saat makan dengan nasi, bisa juga  sebagai bumbu untukuk masak nasi goreng atau  mi goreng," jelasnya lagi.


Lebih lanjut, Sambal Kecombrang Gledek ini kini sudah dipasarkan secara luas. Bukan hanya lokal namun keberapa daerah bahkan mancanegara, sambal ini sudah beredar.

"Sudah sampai Pekanbaru, Jambi, Batam, Jogja, Ranto Prapat dan Medan. Keluar negeri juga sudah dibawa teman saya beberapa kali ke Belanda dan Italia," tegasnya.

Dikatakanya, saat ini usahanya ini memiliki kendala besar yakni mahalnya harga cabai. Sejak beberapa masih bertahan mahal. Tetapi diakuinya untuk memenuhi permintaan ia tetap produksi. Dalam perhari pesanan bisa mencapai 50 pcs. "Untuk harga saya masih bertahan seperti biasa, untuk berat 700 gram saya  membandrol Rp 15 ribu, dan saya buat pakagingnya menarik agar lebih praktis mudah dibawa kemana-mana," katanya.

Ia berharap Sambal Kecombrang Gledek ini disukai oleh orang banyak, dan juga pasarnya semakin luas. (UKM06)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved