Rupiah Masih Melemah, Rp14.430 Per US Dolar

Rupiah Masih Melemah, Rp14.430 Per US Dolar

Diposkan: 29 Jun 2018 Dibaca: 1350 kali


 

UKMKOTAMEDAN.COM-Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) menjelaskan mata uang rupiah masih melanjutkan tren pelemahannya. Saat ini rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.430 per US Dolar.

Padahal hari ini Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya guna mengimbangi kebijakan yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika sebelumnya. Tekanannya terus mengalami peningkatan sekalipun sinyalemen kenaikan bunga acuan sudah disuarakan BI sebelumnya.

“Tekanan terhadap rupiah belum mereda akibat akumulasi sentimen eksternal. Dimana Bank Sentral AS berencana untuk menaikkan kembali bunga acuannya setidaknya 2 kali lagi hingga akhir tahun. Ditambah lagi perang dagang yang terus menghantui pasar keuangan global. Disisi lain dari sisi internal saya melihat defisit neraca perdagangan menjadi salah satu masalah mendasar,” kata Gunawan Benjamin, Jumat (29/6/2018).

Untuk sentimen internal, ini tidak terlepas dari pengelolaan fiskal. Di mana akselerasi pembangunan yang dilakukan pemerintah belakangan ini membuat kita sulit untuk memperbaiki masalah defisit tersebut. Ditambah lagi janji pemerintah yang tidak akan menaikkan TDL dan BBM hingga tahun 2019. Saya pikir hal tersebut memicu pengeluaran yang membebani anggaran.

“Sekalipun saat ini rupiah diatas harga saat Indonesia mengalami krisis 98. Tetapi saya pastikan fundamentalnya itu berbeda. Tidak bisa disamakan dengan sewaktu kita berhadapan dengan masa sulit di tahun 98 silam. Saya melihat sejumlah indikator saat ini masih dalam posisi yang aman. Tidak ada yang harus dikuatirkan terlalu berlebihan,” terangnya.

Lanjutnya, pelemahan Rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Ada masalah ekspor yang memang terbebani oleh penurunan sejumlah harga komoditas unggulan kita. Perang dagang memperburuk semuanya. Saat ini kita berhadapan dengan ketidakpastian global. Nah ditengah akselerasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, ditambah dengan tren kenaikan suku bunga.

“Maka tentangan Bank Indonesia saat ini cukup besar. Kebijakan menaikkan bunga acuan menjadi salah satu jalan keluar dibandingkan terus melakukan jor-joran dengan mengintervensi pasar. Pasar akan melihat seberapa besar bunga acuan nantinya. Dan pasar juga terus menantikan efektifitas kebijakan BI ditengah guncangan pasar keuangan global,” pungkasnya. (UKM03)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved