Rita Elfi Kreasikan Dodol Sri Rezeki Menjadi Beragam Varian Rasa

 Rita Elfi Kreasikan Dodol Sri Rezeki Menjadi Beragam Varian Rasa
Rita Elfi

Diposkan: 28 Aug 2019 Dibaca: 1142 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Siapa yang tidak suka dodol. Penganan bertekstur kenyal ini merupakan salah satu penganan favorit di hampir semua pelosok di tanah air ini.

Di Serdangbedagai ada satu kawasan yang terkenal dengan dodolnya dan kebanyakan warganya juga banyak yang memilih menjalankan usaha ini hingga turun temurun.

Salah satunya, Rita Elfi (47) warga setempat  sejak puluhan tahun sudah melakoni usaha dodol. Dulunya usaha dodol dengan brand Dodol Sri Rezeki ini merupakan usaha  orang tua sejak tahun tahun 70-an silam.

"Usaha ini saya yang teruskan, dulukan ini usaha bapak saya dan sudah tutup, tetapi saya buka lagi karena menurut saya peluangnya sangat bagus," katanya.

Saat merintis dulu tahun 90-an usaha dodol ini di Serdang Berdagai sangat menjanjikan bahkan ia mengakui tidak berhenti produksi karena tingginya permintaan, namun sayang belakangan diperkirakan sejak setahun sudah usaha dodol di Serdang Bedagai lesu dan bahkan sudah banyak yang gulung tikar.

"Setahun sudah, usaha dodol ini lesu dan banyak memilih tutup, penyebabnya banyak faktor tetapi saya bertahan karena berfikir usaha ini harus bertahan," ujarnya.

Rita mengaku terus berkreasi dan membaca peluang pasar. Iapun menginovasi dodolnya menjadi varian rasa. begitu juga pemasarannya, ia tak lagi bertahan di Serdang Bedagai melainkan memasarkan produknya ke berbagai daerah.


"Saya pasarkan dodol ini ke 15 toko di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Dan kebanyakan di gerai penjualan oleh-oleh seperti di Kuala Namu, Royan, Noerlen, Galeri Ulos Sianipar, di Kawasan Amplas, Tebingtinggi dan lainnya," ceritanya lagi.

Untuk produksi, Rita mengakui setiap hari bisa mencapai 32 kg tetapi jika momen hari besar keagamaan produksinya bisa lebih banyak. "Untuk varian kita banyak, Wijen, Kacang, Lempok, Durian, Original, Pandan, Nenas, dan Ubi Ungu," ucapnya.

Namun, ia menegaskan untuk resep ia tak lagi menggunakan resep dari orangtuanya, karena ia kini telah berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Dimana selera masyarakat telah berubah.

"Dulu bapak saya hanya produksi dodol original, tapi sekarang sudah saya kreasikan semuanya," katanya.

Adapun keistimewaan dodol ini terletak pada rasa yang lebih unggul dari yang lain. Dan itu terbukti dari banyaknya testimoni pembeli. "Dibuat dari bahan bahan berkualitas, resep dari orangtua sudah diinovasi. Bahan-bahan asli semua," ungkapnya.

Usaha yang juga merupakan Binaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) BKKBN Sumut ini diakuinya sudah memiliki sejumlah karyawan, saat ini sudah  dua orang tetapi jika lebaran bisa lebih.

Untuk harga, wanita ini menaruhkan harga yang cukup terjangkau, perbungkus hanya Rp10 ribu. Ia berharap usaha ini terus berkembang dan menjadi pilihan wisatawa. Lokal maupun mancanegara.(UKM06)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved