Rintis Roti Kukus, Pria Ini Targetkan Punya Franchise
Diposkan: 16 Jun 2019 Dibaca: 1853 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Bukan hanya bolu jenis cemilan yang dikukus. Ternyata kini ada juga cemilan terbuat dari roti dengan aneka selai dan toping juga dinikmati setelah proses dikukus. Cemilan unik ini digeluti Fauzi Zubaidi, warga Jalan Sempurna Pasar 7 Tembung.
Fauzi membangun usaha dengan brand Roti Kukus Hijrah, sejak setengah tahun terakhir. Kehadiran usaha ini, untuk mewarnai cemilan sekaligus menjadikannya sebagai peluang usaha.
"Roti kukus ini saya kenal awalnya dari Kota Bandung. Lalu cara membuatnya saya lihat di tutorial YouTube dan mengaplikasikannya. Di Medan itukan cemilan roti bakar cukup digandrungi masyarakat, jadi saya buat yang baru meski bahan baku sama tapi proses masaknya saja berbeda, roti ini dikukus," katanya, Minggu (16/6/2019).
Fauzi menjelaskan usaha tersebut hadir setelah ia memilih hijrah sebagai karyawan dari sebuah perusahaan swasta yang bergerak dibidang retail ke usaha roti.
Dalam merintis usaha ini, Fauzi mengaku menggeluarkan modal sebesar Rp 4 juta. Awalnya ia memulai di persimpangan Universitas Negeri Medan (Unimed). Namun disini, tidak bertahan lama. Karena prospek pasar tidak seperti yang diharapkan.
“Selain karena sewa tempat cukup mahal, ternyata pembeli juga sangat sedikit atau kurang jalan. Jadi bulan Februari pindah ke Jalan Selamat Ketaren dekat dengan kawasan komplek MMTC ini,”ujarnya.
Roti Kukus Hijrah ini sebutnya memiliki 8 varian rasa dengan 3 jenis pilihan toping. Seperti coklat, tiramisu, pokat, dan untuk topingnya ada keju, kacang dan marshmellow.
"Proses pembuatan roti kukus ini cukup mudah, hampir mirip seperti proses pembuatan roti bakar. Rotinya dibelah diolesi mentega lalu diberi selainya dan toping lalu dikukus. Alasannya dikukus agar beda dan juga rotinya lebih lembut," jelasnya lagi.
Dalam mempromosikan usaha ini, Fauzi mengaku untuk menarik dan mencuri perhatian masyarakat yang lewat,dia menggunakan gerobakan yang didesain unik.
Fauzi mengakui kendala yang dihadapinya dalam usaha ini, pemasaran yang tidak stabil. Seperti saat Ramadhan lalu, omsetnya turun drastis. Dia berharap usaha ini dapat berkembang terus dan ia menargetkan agar usaha ini bisa dikembangkan menjadi usaha franchise.
"Impian saya dapat mengembangkan usaha ini menjadi usaha frencise.tetapi kita usahakan yang satu ini berhasil dulu baru kita friendcise kan. Ketika kita tawarkan ke orang lain bisa memperlihatkan yang sudah berhasil," ucapnya. (UKM06)