Raja Patin, Cemilan dari Kulit Ikan, Diekspor hingga Singapura

Raja Patin, Cemilan dari Kulit Ikan, Diekspor hingga Singapura
Fitriadi dan istri di stand UKM Raja Patin

Diposkan: 23 Aug 2018 Dibaca: 572 kali



 

UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Seorang pengusaha jika ingin bertahan di tengah gempuran persaingan masa kini, adalah dengan memiliki produk beda dari yang lain.

Ya, harus punya produk inovasi yang membuat konsumen penasaran ingin mencoba, membeli lalu jadi langganan.

Inilah yang dilakoni Fitradi (40 tahun), Owner Raja Patin, yang memproduksi cemilan berbahan dasar kulit ikan patin yang disulap menjadi panganan nikmat dan bermanfaat bagi kesehatan.


Dia melakoni usaha ini sejak satu setengah tahun yang lalu dengan tidak sengaja. Karena semula dia beternak ikan patin.

Namun, pada suatu hari ada konsumen yang ingin membeli kulit ikan patin untuk tambahan makanan ikan lele. Namun, mendadak membatalkan pesanan, sementara kulit ikan patin sudah tersedia.

Ayah dua anak ini bingung bukan kepalang. Beruntung, dia memiliki istri yang mencetuskan ide mengolah semua kulit patin itu jadi cemilan digoreng layaknya kerupuk yang lezat. "Sebenarnya mulai usaha ini ya enggak milih-milih, hanya terdesak dan kepepet. Karena kulit ikan yang tidak jadi dipesan tadi mau dibuang, atau dibagiin ke tetangga karena kesal. Eh, sama istri saya malah diolah jadi cemilan ini. Itulah awalnya," ujarnya kepada UKMKOTAMEDAN.COM.

Fitriadi pun mulai melakoni usaha kulit ikan tersebut di Jalan Masjid, Desa Sugiharjo, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang.

Layaknya membangun usaha, Fitriadi juga menemui jalan buntu. Namun, dia ogah menyerah. Pada tiga bulan pertama usaha kulit ikan ini, dia harus menguras tabungannya sampai habis untuk membayar THR karyawan.

"Modal awal saat itu hanya dua juta, namun untuk operasional terpaksa sampai kurang tabungan pribadi pribadi. Dan, mulai berjalan enam bulan kita sudah mulai balik modal," ungkapnya.

Saat ini, pihaknya bisa memproduksi 400-500 Kg perhari. "Jumlah itu sehari bisa habis diborong pelanggan kita," timpalnya.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Fitriadi mengambil dari kawasan industri sekitaran Medan, termasuk di sekitar lingkungannya. "Saya berdayakan masyarakat desa saya berbudidaya ikan patin, dan Alhamdulillah sudah berkembang di desa saya. Secara tidak langsung, karena ikannya diambil kulit nya dijual ke saya, seperti itu alurnya," jelasnya.

Untuk menjalankan roda usahanya, Fitriadi yang menerima penghargaan UKM Wow Tahun 2018 ini, dia dibantu 20 karyawan. "Itu termasuk pegawai lepas dan harian," lanjutnya.

Produknya sendiri dijual dalam dua bentuk, produk jadi yang siap santap dan produk setengah jadi yang bisa digoreng sendiri oleh konsumen. Untuk harga eceran dijualnya dari Rp20 ribu unuk 100 gram hingga Rp35 ribu untuk 200 gram.

Dia memasarkan usaha secara online di kulit patin.com juga membuka stan di Bandara Kualanamu. Lokasi yang sangat strategis untuk mengenalkan produknya sebagai alternatif oleh-oleh khas Sumatera Utara.


Meski usahanya masih baru, Fitriadi yang dikenal sejak usaha ternak patin sudah berhasil memasarkan produknya ini hingga Singapura. "Kita sudah ekspor ke Singapura sebanyak satu ton, itu dua kali kirim, 500 Kg tiap kali kirim," bebernya.

Ke depan, Fitriadi berharap produknya bisa semakin dikenal dan konsisten menjalankan usaha. "Ini panganan enak dan sehat. Karena manfaat kerupuk kulit patin bisa mencegah jantung koroner, membantu pembentukan otot, menjaga kesehatan tulang dan mengurangi kolesterol," pungkasnya.(UKM02)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2018. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved