Putri Kreaksikan Buah Hutan Jadi Manisan
Diposkan: 28 Jul 2019 Dibaca: 1340 kali
UKMKOTAMEDAN.COM- Tidak selamanya manisan hanya dibuat dari buah-buahan seperti mangga, nenas, jambu dan lainnya.
Ternyata ada juga buah yang tumbuh di hutan bisa dimanfaatkan untuk dibuat manisan dan menghasilan pundi-pundi penghasilan.
Seperi yang dilakoni wanita asal Binjai ini. Putri (34) warga jalan Hasan Kampung KB Binjai Barat.
Diakuinya selain membuat manisan buah buah segar pada umumnya dia juga membuat manisan buah hutan. Ini dilakukanya memang sudah menjadi warisan khas Melayu. Bahwa buah hutan ada juga yang bisa dibuat manisan.
"Saya belajar buat manisan dari orang tua melayu, saya diajarkan bukan hanya membuat manisan dari buah pada umumnya tetapi harus bisa mengolah buah hutan," katanya kepada ukmkotamedan.com.
Adapun buah hutan yang ia maksud buah kundur dan kecapung. Buah kundur atau baliho adalah tumbuhan merambat yang ditanam karena buahnya dapat dimakan dan dianggap sebagai sayuran. Buah ini terasa halus dan berbulu permukaannya ketika masih mentah, ketika sudah matang buah ini kehilangan bulunya dan melunak, dan dapat bertahan lama.
Bentuk buah ada yang bulat dan ada yang memanjang dan dapat mencapai dua meter, meskipun biasanya dijual ketika berukuran panjang setengah sampai satu meter.
Seangkan dikatakanya, buah kecapung adalah buah berbentuk bulat dan berwarna hijau. Teksturnya seperti jambu biji. Hanya saja ada rasa kelat. Buah ini tubuh di hutan dan ditepi tepi sungai. Sangat nikmat jika sudah diolah menjadi manisan.
"Saya peroleh dari para pengepul buah hutan, kadang banyak terkadang hanya sedikit, namun tidak terlalu berpengaruh, karena buah ini hanya sebagai penambah yang nantinya akan dicampur dengan buah lainnya," ucapnya.
Dengan brand usaha manisan kasih ibu, Putri mengaku memulai usaha ini sejak tahun 2007 lalu. Ia belajar dari orang tua Melayu.
Khusus buah kecapung, cara membuatnya ia harus melalui pengupasan kulit lalu pengorekan biji baru bisa diproses.
"Banyak juga yang suka tapi biasanya kalau ada yang pesan tidak khusus buah kecapung melainkan dicampur dengan buah lainnya," ucapnya.
Manisan miliknya ini ia pasarkan melalui media online dan para resellernya. Saat ini sudah ada 6 orang reseler yang memasarkan produknya hingga keluar kota seperti Aceh dan Sumatera Barat.
Paling banyak ia pernah produksi hingga 600 kg. Apalagi di moment lebaran ia bisa produksi lebih dari 600 kg. Untuk manisan ini bisa tahan 1 tahun dalam kulkas. "Proses masaknya harus tanak (lama dimasak), jadi tahan lama," ungkapnya.
Selain buah hutan itu, ia juga membuat manisa asam gelugur, renda, mangga, nenas dan juga buah segar lainnya. Untuk 250 kg ia jual senilai Rp35 ribu.
Ia berharap usahanya ini bisa berkembang terus dan meluas sehingga ia bisa terus produksi meski diakuinya saat ini ia terkendala dengan modal. Ia mengaku naik-turunnya harga gula sangat mempengaruhi usahanya. (UKM06)