Pusat Perbelanjaan Diminta Serap Produk UMKM dan Tempatkan di Etalase Premium

Pusat Perbelanjaan Diminta Serap Produk UMKM dan Tempatkan di Etalase Premium
ilustrasi: istimewa

Diposkan: 03 Nov 2019 Dibaca: 286 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki meminta para penyewa pusat perbelanjaan lebih banyak menyerap produk UMKM. Selain itu, produk tersebut juga ditempatkan di etalase premium di mall atau pusat perbelanjaan. Tentunya, produk yang berkualitas dan memenuhi standar pasar. 

Hal ini diungkapkan Teten Masduki usai membuka INA Shop dan Munas Hippindo (Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia), dilansir dari laman resmi kemenkop, Minggu (3/11/2019).

"Para UMKM ini kan rata-rata tidak memiliki toko. Mereka baru sedikit tertolong dengan adanya online, namun mereka masih tetap membutuhkan offline," kata Teten.

Sedangkan untuk pasar luar negeri, pemerintah sebutnya juga akan membantu UMKM dengan menyediakan warehouse yang bisa di sewa UMKM dengan biaya murah. “Ini sudah dilakukan Thailand dalam menaikkelaskan UMKM di negara itu," kata Teten.

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan, HIPPINDO akan jadi partner pemerintah dalam upaya menaikkelaskan UMKM.

"Kami siap menyediakan tempat premium di mall, rest area buat UMKM. Kami juga siap membuka gerai-gerai di pusat perbelanjaan di luar negeri, dimana produk UMKM akan menjadi barang yang akan dijual tentunya dengan memenuhi standard pasar," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Teten juga menegaskan pemerintah bertekad menjadikan UMKM sebagai pelaku usaha yang diperhitungkan. Oleh karenanya, semua pihak seperti OJK dan perbankan, usaha besar, Kementerian terkait dirangkul untuk mewujudkan sistem yang terintegrasi baik dari segi avalis atau pendanaan, kualitas dan kontinuitas produk sampai pemasarannya.

Teten menegaskan meskipun saat ini sudah ada skim pendanaan buat UMKM seperti Kredit Usaha Rakyat(KUR) maupun Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), namun masih diperlukan sistem yang lebih efisien dan masif sehingga dampaknya akan terasa bagi UMKM yang jumlahnya puluhan juta itu. "Pendanaan macam KUR itu kan satu persatu debitur, jadi istilahnya kurang nendang bagi UMKM," katanya.

Hal itu mengingat rentang jumlah UMKM yang banyak mencapai jumlahnya 62,9 juta. "Saya lagi desain bagaimana Kemenkop dan UKM bisa men support semua itu UMKM. Saya ingin ada agregasi dalam menangani UMKM ini sehingga UMKM tidak hanya stagnan, bisa naik kelas. Saya juga harus tumbuhkan bibit wirausaha baru. kalau orang mau usaha pasti dari start- up, karena rasio wirausaha kita juga masih kecil," tambahnya.

Teten menjelaskan, puluhan juta UMKM itu nanti diwujudkan dalam kluster- kluster berdasarkan produksinya seperti pangan, hasil laut, pertanian, kuliner, garmen sampai kerajinan. "Saya punya modal tanah yg luas, 12,7 juta hektare untuk petani yaitu program tanah kehutanan sosial. Nanti misalnya 200 hektare digarap petani untuk produksi buah untuk ekspor, maka petani petani itu sudah menjadi usaha besar atau naik kelas, tinggal saya bekerjasama dengan usaha besar sebagai offtaker nya," kata Teten.(*)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2020. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved