Pusat Oleh-oleh Pasar Bengkel Diharapkan Tak Tinggal Kenangan

 Pusat Oleh-oleh Pasar Bengkel Diharapkan Tak Tinggal Kenangan

Diposkan: 20 Jun 2019 Dibaca: 1325 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, DELISERDANG- Para pedagang Pasar Bengkel yang terletak di Kecamatan Perbaungan, Deliserdang mengharapkan pemerintah peduli dengan kondisi penjual yang daganganya yang kian hari semakin sepi pembeli. Bahkan sudah banyak yang gulung tikar.

Para pedagang meminta agar segera dicari jalan agar Pasar Bengkel yang keberadaannya sudah puluhan tahun itu jangan tinggal kenangan.

Pendiri usaha Dodol Sejahtera, Ibu Hj Halimah Sinaga (65) mengaku telah berjualan di Pasar Bengkel  sejak tahun 80-an silam. Memulai usaha berjualan dodol di desa itu bermodalkan pengalaman membuat makanan tradisional tersebut. Belajar dari pendahulunya, ibu enam anak ini pun mencoba membuka lapak jualan di tepi jalan, tidak jauh dari tempatnya tinggal sekarang. Respon yang baik dari masyarakat, membuatnya meyakini bahwa dagangannya akan diminati orang.
 
“Dulu sekitar tahun 80-an kami buka jualan dodol ini. Waktu itu baru ada empat sampai lima kios dan pembuat dodol di sini. Jadi uak (paman) kami yang pandai buat, dia yang mengajari,” kata Hj Halimah baru-baru ini.
 
Meskipun sekarang sepi pembeli, Halimah masih optimis produknya masih bisa diterima masyarakat. Sebab katanya, kualitas dodol miliknya punya citarasa yang tinggi. Mulai dari pilihan bahan-bahan, ukuran dan pengolahan, menurutnya sangat mempengaruhi rasa. Karena baginya, pembelilah yang menilai bagus tidaknya sebuah produk.
 
Sepinya pembeli di Pusat Jajanan Dodol Desa Pasar Bengkel tak membuat Halimah dan anaknya menyerah. Mengandalkan kualitas produk olahan mereka, nama Dodol Sejahtera kemudian mendapat perhatian dari berbagai pengusaha di Kota Medan yang menerima dodol mereka untuk dipajang dan dijual di toko atau swalayan. Sehingga pangsa pasarnya tetap ada.
 
Tetapi mungkin tidak semua pedagang seperti mereka. Bahkan bisa saja seiring waktu berjalan, satu persatu kios yang sebagian besar sempat berjaya di era 2000-2017, bergilir tutup atau gulung tikar dan yang tersisa hanya kenangan dari kejayaan masa lalu. Walaupun dari usaha itu, mulai dari biaya hidup hingga menyekolahkan anak sampai tingkat perguruan tinggi, mampu dilakoni Halimah.

Hal sama dirasakan Baniah (52), pemilik Kios Dodol Nining. Berjualan sejak 90-an, dirinya memilih bertahan meskipun pembeli yang datang tidak lagi seramai saat sebelum ada jalan tol. Dirinya yang biasa memproduksi dodol sampai 6 kuali satu hari, kini jumlahnya berkurang drastis. Produksi dodol hanya dilakukan sekali dalam sepekan.
 
“Syukurlah anak-anak sudah tamat kuliah. Jadi ya tidak begitu berat lagi. Saya berjualan (bertahan) ini untuk menjaga kesehatan. Daripada tidak ada kegiatan, kan bisa bikin sakit. Makanya walaupun sedikit, ya tetap jualan saja,” katanya.

Baik Hj Halimah maupun Baniah, keduanya punya harapan yang sama. Agar pemerintah yang juga sejak awal mendukung keberadaan pusat jajanan tersebut, membantu mencari jalan agar mereka bisa tetap berjualan dan nama Dodol Bengkel yang sudah dikenal sejak lama, tidak tinggal kenangan.

Sementara itu, diketahui sepinya pembeli di pasar bengkel dikatakan terjadi sejak beroperasibya  Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved