Puput Inovasikan Bunga Kering Menjadi Peluang Usaha Menjanjikan di Medan
Diposkan: 29 Mar 2019 Dibaca: 1561 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Rangkaian bunga atau yang biasa disebut buket menjadi incaran bagi orang yang ingin memberikan hadiah berkesan kepada sahabat, pasangan, atau keluarga.
Hanya saja, selama ini buket terkadang tak menjadi pilihan lantaran dikeluhkan karena tidak tahan lama. Bunganya mudah layu dan busuk.
Melihat hal ini, Puput Julianti Damanik (28) warga Sei Rampah akhirnya memutuskan untuk membuat buket dengan bunga-bunga kering yang bisa bertahan lama bahkan tak lekang oleh waktu.
Ide ini ia temukan dari sosial media dan setelah memakai buket kering saat resepsi pernikahan beberapa bulan lalu.
Bunga yang ia buat pertama kali dirangkai dari sisa bunga saat pernikahannya beberapa bulan lalu ditambah bunga dan rerumputan yang ia coba keringkan mendapat tanggapan baik dari teman-temannya. Akhirnya, Puput pun berpikir membuatnya jadi usaha untuk manambah pemasukan.
"Bunga itu akhirnya terjual dengan nilai yang memuaskan Rp100 ribu, awal yang bagus karena saya baru saja memulai usaha ini," katanya baru-baru ini.
Agar buket yang ia buat bisa juga menyasar ke mahasiswa, maka ia pun berpikir membeli edelweis budidaya dari petaninya di Pegunungan Lawu. "Pokoknya semua dari sosial media, sampai saat ini saya belum dapat kontak langsung petani budidaya edelweis, jadi hingga saat ini bunganya saya dapat dari Florist di Jogja," katanya .
Untuk itu, sekarang Puput sudah membuka usaha buket bunga kering, baik bunga kering maupun juga edelweis.
Selain buket bunga, Puput juga menjual bunga kering satuan untuk menghias rumah. "Ada juga bunga yang buat diletak di vas bunga," katanya. Dan ia menjual buket nan cantik itu di Instagramnya @geraikachom. Dan kini, dipasarkan ke kampus-kampus dan menjualnya di acara wisudaan.
Untuk memiliki produk ini, ia membanderol harga edelweis dari Rp15 ribu/tangkai hingga Rp100 ribu/tangkai tergantung banyak dan kerumitan rangkai bunganya.
Nah, untuk bunga kering per batang, mulai dari Rp5000 hingga R25 perbatang atau per ikat, seperti pampas, lavender, mawar, lagurus, phalaris dll. Sedangkan buket bunga dari harga Rp50 ribu hingga ratusan sesuai pilihan bunganya.
Ia berharap, usaha ini terus berkembang dan menjadi pilihan masyarakat dalam merayakan apapun. (UKM06)